Hei...Aga Kareba Cika..Cappo..Cikaliku"

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

Kalau singgahq'' disini tulis2q sedikit di Ma'' Bici-Bici di'' supaya saya tau bahwa anda pernah masuk disini
terima kasih atas kunjungan ta''...!!!

Apakah Anda Percaya ????????

Ide tulisan singkat ini, dimulai ketika saya membutuhkan kumpulan ide, pikiran, impian, lamunan, analisa dan renungan saya secara pribadi dan independen.

Saya yakin...
Sebuah IMPIAN mampu MEMBERI SEMANGAT
Sebuah IDE mampu MENGUBAH DUNIA
Sebuah LANGKAH mampu MENGELILINGI DUNIA
Sebuah TULISAN mampu MENGUKIR SEJARAH

Saya percaya, anda yang sedang membaca tulisan ini adalah bagian dari hidup saya secara pribadi, karena tidak ada yang kebetulan...anda ditarik oleh sebuah hokum alam...yang secara alami tidak anda sadari...Saya percaya, bahwa ALLAH berkomunikasi melalui perantaraan manusia dan melalui keadaan di sekitar kita...Saya yakin, jika anda tersenyum pada saat ini juga, maka anda akan dapat menikmati hari ini dengan hati yang lebih baik dan lebih positif dan saya percaya saat ini anda akan mencoba tersenyum bukan ???
Untuk itu, jika ada manfaat yang didapatkan itulah tujuannya namun jika masih ada salah dan khilaf, sebelumnya saya secara pribadi memohon maaf.
Sekali lagi terima kasih...Sobatku...anda begitu berharga...anda adalah orang yang luar biasa dan sebuah hasil maha karya dari ALLAH "The Creator".

Marilah kita bersama-sama berusaha, bermitra dan saling dukung serta saling mengembangkan diri untuk mewujudkan impian dan harapan kita menjadi kenyataan.

selamat membaca n'' terima kasih atas kunjungannya.
Tampilkan postingan dengan label RELIGIUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGIUS. Tampilkan semua postingan

25 Desember, 2007

The Da Vinci Code dan Kematangan Beragama

Masih banyak kontroversi yang tak perlu dimuat di sini. Pendek kata, semua itu cukuplah membuat murka orang-orang yang dogmatis dan tidak matang dalam beragama. Untuk ukuran orang Kristen, heboh The Da Vinci Code mungkin setara, bahkan lebih mendasar ketimbang huru-hara kartun satiris Nabi Muhammad di koran Denmark, Jylland Posten, beberapa bulan lalu.



Kolom

Oleh Novriantoni
30/05/2006
• artikel Novriantoni lainnya
• 30/07/2007
Jilbab dan Kebab Turki
• 02/07/2007
Terorisme atau Kontraterorisme?
• 04/05/2007
Tanpa Penistaan, Sonder Idealisasi
• 09/04/2007
Maulid Nabi Bersama Watt
• 09/04/2007
Modernisasi Perkukuh Sekularisasi
• Total 49 artikel
Lebih lengkap lihat biodata penulis
• artikel baru
• 13/09/2007
Umdah El-Baroroh
Pembaharuan Jalur Lambat Al-Qardlawy dan Az-Zuhaily
• 12/09/2007
Ibrahim Husein Sosok Kontroversial
• 03/09/2007
Umdah El-Baroroh
Meninjau Ulang Teori Kenabian
• 03/09/2007
Sumanto al Qurtuby
Rezim Islamis dan Tragedi Sudan
• 20/08/2007
Dalam Pilkada, Agama Tombak Bermata Dua
• artikel sebelumnya
• 30/05/2006
Radikalisme Hanya Ekspresi Sekelompok Orang
• 22/05/2006
Abd Moqsith Ghazali
Meneladani Kesantunan Tuhan
• 22/05/2006
Usep Hasan Sadikin
Belajar dari Kasus Pengaturan Rokok
• 22/05/2006
Agama-Agama Tak Mungkin Disamakan
• 22/05/2006
M. Guntur Romli
Sejarah dalam Sastra Pram dan Mahfouz
Kontroversi The Da Vinci Code, novel laris Dan Brown yang terbit 2003, kini disusul film dengan judul serupa; adaptasi dari novel tersebut. 19 Mei lalu, film The Da Vinci Code diputar serentak di seluruh dunia. Bagi sebagian umat Kristen, khususnya kalangan Katolik, inilah karangan fiksi dan film paling menggemaskan dan mungkin saja menggoncang iman (tentu bagi yang lemah imannya).
Heboh The Da Vinci Code memang terkait beberapa gambaran tentang aspek mendasar keyakinan Kristen. Novel dan film tersebut memuat gagasan-gagasan kurang lazim dan tidak dianut arus utama teologi kekristenan. Misalnya, di situ digemakan bahwa Yesus atau Isa Almasih bukanlah Tuhan, melainkan seorang manusia. Sebelum abad keempat, Yesus hanya dianggap manusia, namun Kaisar Imperium Romawi kala itu, Konstantin, mendewakan-Nya sesuai keyakinan lamanya yang paganis. Untuk keperluan klaim-klaim Kristen belakangan, Alkitab, setidaknya yang dianggap otoritatif, disunting dan digarap sesuai keinginan kekuasaan kala itu.
Yang tak kalah menegangkan, Yesus juga diceritakan telah menikahi Maria Magdalena yang kemudian mengandung dan melahirkan anak-Nya. Karena itu, Magdalena mestinya mendapat penghormatan lebih. Sampai saat ini, masih dalam alur fiksi Brown, garis keturunan Yesus dari Magdalena masih eksis di Eropa. Dan konon, Magdalena-lah orang pertama yang ditunjuk untuk mendirikan gereja Kristen, bukan Santo Petrus.
Imajinasi Brown terus melambung, bermain antara fakta dan fiksi. Alkisah, sampai kini, komunitas bawah tanah Biarawan Sion masih mengagungkan sosok Magdalena dan berusaha menjaga kebenaran yang misterius itu. Selama berabad-abad, Gereja Katolik berusaha menutupi ”kebenaran” itu, bahkan tak segan-segan membunuh orang-orang yang berusaha mengungkapnya.
Masih banyak kontroversi yang tak perlu dimuat di sini. Pendek kata, semua itu cukuplah membuat murka orang-orang yang dogmatis dan tidak matang dalam beragama. Untuk ukuran orang Kristen, heboh The Da Vinci Code mungkin setara, bahkan lebih mendasar ketimbang huru-hara kartun satiris Nabi Muhammad di koran Denmark, Jylland Posten, beberapa bulan lalu.
Tapi yang ingin dibahas di sini adalah tanggapan umat Kristen umumnya, terutama kalangan Katolik, terhadap pendekatan kritis atas agama, untuk kita bandingkan dengan sikap umumnya umat Islam.
Respons Umat Kristen
Alhamdulillah, umat Kristen Indonesia tidak menanggapi The Da Vinci Code secara kalap dan membadak. Dengan begitu, hak semua orang untuk membaca suatu agama dengan pendekatan kritis tetap terbuka. Tidak ada demonstasi besar-besaran, apalagi bakar-bakaran. Dan yang penting, para pemuka gereja tidak tergiur mengikuti tradisi sebagian ulama Islam yang suka memfatwa-mati orang yang berpandangan kritis terhadap agama. Karena itu, mereka perlu diberi kredit. Satu-kosong, untuk lepasnya umat Kristen Indonesia dari masa puber beragama, terutama dalam menyikapi iklim kebebasan berekspresi yang baru seumur jagung di negeri ini.
Memang ada beberapa keberatan kecil yang muncul. Namun itu semua tidak menutup akses kita untuk membaca atau menonton. Konon, Persekutuan Injili Indonesia memprotes penayangan film yang dibintangi aktor kawakan, Tom Hanks, itu. Mereka sempat meminta Menkominfo melarang pemutaran film produksi Columbia Pictures itu, karena dianggap menodai agama Katolik. Tapi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selaku organisasi resmi Katolik Indonesia, tak menuntut hal serupa. Mereka cukup mengajak umat Kristiani untuk tidak menonton. Dengan demikian, masih tersisa ruang kebebasan bagi banyak orang untuk belajar: penasaran silakah tonton; takut iman goyah, jangan tutup kesempatan orang untuk menonton!
”Itu fiksi belaka, bukan fakta historis Alkitab, dan tidak mengguncangkan iman umat,” tandas Benny Susetyo, salah seorang pengurus KWI. Rohaniawan Katolik terkemuka, Franz Magnis-Suseno, berkomentar hampir sama, meski tak mampu menyembunyikan kekesalannya terhadap Dan Brown: “... umat dan uskup-uskup Indonesia tenang saja. Gereja kiranya tidak akan runtuh karena kekurangajaran seorang Dan Brown.” Sungguh, itulah sikap yang matang dalam beragama, setara dengan ajaran normatif Qur’an yang dilupakan banyak umat Islam, man syâ’a falyu’min, wa man syâ’a falyakfur (yang bersedia, silakan beriman; yang tidak, silakan inkar) atau la ikrâha fid dîn (tiada paksaan dalam paham keagamaan).
Di tingkat dunia, ada juga reaksi serupa, tapi masih dalam batas-batas yang wajar. Dalam konferensi pers 28 April 2006, Uskup Agung Angelo Amato, sekteratis Kongregasi Doktrin dan Keimanan Vatikan, menyerukan pemboikotan atas film The Da Vinci Code. Sementara Kardinal Arinze, dari Kongregasi untuk Peribadatan Suci dan Ketentuan Sakramen, menyatakan akan melakukan gugatan hukum yang belum ditentukan terhadap pembuat film.
Tapi sambil menyindir-nyindir kalangan fundamentalis yang gampang panik iman, walau selalu merasa paling kukuh memperjuangkan agama, dia mengatakan, ”Ada agama lain yang bila sosok agung dalam agamanya dihina sedikit saja, mereka bertindak lebih dari sekadar kata-kata. Mereka tak sungkan-sungkan membuat engkau betul-betul sengsara.” (http://en.wikipedia.org/wiki/The_Da_Vinci_Code_%28film%29).
Respon Islam Fundamentalis
Gampang diduga, baik novel Dan Brown yang terjual sebanyak 60,5 juta eksemplar (sampai Mei 2006), dan diterjemahkan dalam 44 bahasa itu, maupun filmnya, akan mendapat sambutan hangat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, Penerbit Serambi yang memegang hak terjemah dan penjualan novel tersebut, juga ketiban berkah. Tak ada keberatan dari umat Kristen Indonesia atas Serambi. Tidak ada pula sweeping maupun tuduhan penodaan agama. Kini, filmnya hadir mengusik rasa penasaran kita, dan sambutannya sungguh luar biasa. Tiket-tiket bioskop Jakarta ludes terjual. Penonton membludak, yang tidak dapat tiket memendam rasa penasaran.
Gampang pula disangka, kalangan fundamentalis Islam Indonesia akan menyambut The Da Vinci Code dengan suka cita. Sudah lama mereka membangun pendekatan kritis atas segala agama, kecuali agama yang dianutnya, terutama demi menelanjangi agama Kristen. Untuk itu, standar ganda mereka terapkan. Karya-karya populer semacam The Da Vinci Code perlulah dijadikan rujukan untuk menghantam dasar-dasar teologi kekristenan.
Respons Adian Husaini, tokoh fundamantalis Islam Indonesia paling terdidik saat ini, relevan dikemukakan. Adian menemukan amunisi gratis untuk melakukan serangannya atas kekristenan dan umat Kristen Indonesia. ”The Da Vinci Code adalah sebuah novel yang memporak-porandakan sebuah susunan gambar yang bernama Kristen itu,” tulis Adian di Republika, Kamis, 28 April 2005.
Sikap Adian terhadap pendekatan kritis atas agama lain, bertolak belakang dengan pendekatan sejenis atas Islam; sebuah sikap yang jauh dari semangat ilmiah dalam studi agama-agama. Saya berpikir, sikap Adian dan kawan-kawannya yang hampir paranoid menunjukkan aib dan keburukan agama lain, kadang menimbulkan kesan tidak adanya kebenaran instrinstik dalam Islam, kecuali bila mampu menunjukkan kepalsuan agama lain. Mungkin semangat itulah yang masih melingkupi orientasi studi perbandingan agama di perguruan tinggi kita, dan khutbah-khutbah dalam masjid dan majlis taklim negeri ini.
** Alumnus Pascasarjana Sosiologi UI, Depok.
^ Kembali ke atas
Referensi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1056

Tentang Jaringan Islam Liberal
1. Apa itu Islam liberal?
Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:
a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.
Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).
b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.
Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur'an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.
c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.
Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.
d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.
Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.
e. Meyakini kebebasan beragama.
Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.
f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.
Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.
2. Mengapa disebut Islam Liberal?
Nama "Islam liberal" menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. "Liberal" di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu "liberal". Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).
3. Mengapa Jaringan Islam Liberal?
Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.
4. Apa misi JIL?
Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.
Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.
Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.



18 Desember, 2007

USTADZ JEFRI AL BUKHORI

Keutamaan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :



Artinya :
"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun". Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Artinya :
"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzul Hijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
Artinya :
"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".
2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
Artinya :
"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Artinya :
"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Artinya :
"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".
3. Takbir dan Dzikir pada Hari-hari Tersebut
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.
Artinya :
".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...".
(Al-Hajj : 28).
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma.
Artinya :
"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". (Hadits Riwayat Ahmad).
Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu"
Artinya :
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
Artinya :
"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...".
(Al-Baqarah : 185)
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.
4. Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
Artinya :
"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" (Hadits Muttafaq 'Alaihi).
5. Banyak Beramal Shalih
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
6. Disyariatkan pada Hari-hari itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
7. Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Artinya :
"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". (Muttafaq 'Alaihi).
8. Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi orang yang hendak Berkurban
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'Anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
Artinya :
"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".
Dalam riwayat lain : "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya.
Firman Allah.
Artinya :
" ..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...".
(Al-Baqarah : 196)
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan mendengarkan Khutbahnya
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
10. Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.
Sumber : UJE
www.ujecentre.com




16 Desember, 2007

MARI BERQURBAN


BELAJAR IKHLAS !

Kisah "YU TIMAH"
(dicuplik dari RESONANSI - Republika Desember 2006/Ahmad Tohari)
Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.
Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.
Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.
Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.
Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.
Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan.
Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.
Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
''O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?''
''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''
''Mau ambil berapa?'' tanya saya.
''Enam ratus ribu, Pak.''
''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.
''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.
''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?''
''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''
''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.
Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.

Lebih Baik memberi Dari pada menerima
"SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H"
Semoga menjadi pelajaran Penting...



Never miss a thing.
Make Yahoo your homepage.



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers--

---------------------------------------------------
This email was sent using SCTVNews Webmail.
"get your free email"
http://www.sctvnews.com/

27 Agustus, 2007

EMOSI



Emosi: Kunci Rahasia Kebijaksanaan
Journey into the less explored universe of own mind is the most exciting and challenging adventure that only a few dare to enjoy.
- Adi W. Gunawan
Kalimat pembuka di atas adalah hasil perenungan saya dalam proses perjalanan ke dalam diri. Ternyata pikiran adalah suatu alam yang begitu luas dan sangat jarang dijelajahi oleh kebanyakan orang. Pikiran adalah the last frontier yang menyimpan begitu banyak misteri dan keajaiban. Artikel berikut mengulas salah satu aspek yang berhubungan dengan pikiran yaitu aspek perasaan atau emosi.
Minggu lalu saya mendapat telpon dari seorang kawan lama, sebut saja Budi, yang berkeluh kesah mengenai keadaan dirinya. Banyak hal yang ia keluhkan. Mulai dari kondisi keuangannya, keadaan kesehatannya, keadaan keluarganya, lingkungan kerjanya dan masih banyak lagi.
“Saya stres berat nih!” keluhnya.
”Kamu berkata ’saya’ stres berat. Bagian mana dari dirimu yang mengalami stress?” tanya saya sambil mulai berusaha mengubah mental state-nya.
”Maksudmu?” kawan saya balik bertanya dan mulai terlihat bingung.
”Tadi kamu bilang bahwa kamu stress berat. Saya ingin tahu bagian mana dari dirimu yang mengalami stress berat itu?” tanya saya lagi.
”Ya benar. Saya lagi stres berat. Saya nggak ngerti pertanyaanmu,” jawab Budi semakin bingung.
”Begini Bud. Manusia terdiri dari badan dan batin. Nah, bagian mana dari dirimu yang merasakan stres? Badan? Pasti merasakan. Badanmu pasti merasa tidak enak karena setiap bentuk emosi akan berakibat pada tubuh fisik. Selain itu yang lebih penting lagi adalah kamu perlu mengerti aspek batinmu. Batin manusia terdiri dari empat komponen yaitu: pikiran, perasaan, ingatan, dan kesadaran,” jawab saya.
”Trus... kalau saya frustasi... bagian mana yang merasakan frustasi? Bukankah yang merasakan frustasi adalah diri saya?” tanyanya dengan penasaran.
Pembaca yang baik. Apa yang saya jelaskan berikut ini adalah ringkasan dari hasil diskusi kita mengenai perasaan atau emosi.
Setiap kali kita merasa tidak enak, secara mental, maka yang terkena sebenarnya adalah perasaan kita. Aspek perasaan inilah yang akan menderita setiap kali kita merasakan emosi ”negatif”. Sengaja saya memberikan tanda kutip karena sebenarnya semua emosi adalah baik atau positip.
Lalu dari mana asalnya emosi? Apa hubungannya dengan kejadian yang kita alami setiap hari?
Sebelum bicara mengenai emosi saya ingin mengulas sedikit mengenai proses berpikir. Setiap kejadian yang kita alami bersifat netral. Tidak ada kejadian yang baik ataupun buruk. Shakespeare dengan sangat indah berkata, ”There is nothing either good or bad, but thinking makes it so”. Jadi, baik atau buruknya suatu kejadian semata-mata bergantung pada makna yang diberikan oleh pikiran kita.
Pemberian makna ini sebenarnya berlangsung sangat cepat dan terjadi di pikiran bawah sadar. Contohnya? Misalnya anda sedang mengendarai mobil dengan santai dan tiba-tiba sebuah mikrolet menyalip anda dengan cepat dan langsung berhenti mendadak di depan anda. Anda sangat kaget dan untung masih sempat menginjak rem sehingga tidak sampai menabrak mikrolet itu. Bagaimana reaksi anda? Pada umumnya orang akan langsung marah, memaki, atau mengumpat si sopir mikrolet

26 Agustus, 2007

Allah Itu Dekat


ALLAH ITU DEKAT

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "Aku"maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al baqarah: 186)Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat dari pada urat lehernya (Al Qaaf:16)Pada ayat yang pertama, Allah menyatakan dirinya " dekat",sedangkan pada ayat kedua terdapat isim tafdhil ... untuk menjelaskan lebih dari itu ... yaitu "lebih dekat", artinya Tuhan"berada" setelah anda mengetahui hakikat diri, siapa diri ini sebenarnya, yang mana diri ini … dst. Bagaimana kita akan tahu tempat Allah, sedangkan dirikita saja belum faham … man `arafa nafsahu faqad `arafarabbahu … barang siapa tahu akan dirinya maka pasti akan tahu Tuhannya". Kalimat "Aqrabu min hablil warid" … memberikan pengertian bahwaAllah ada diatas hakikat diri manusia bukan didalam hati manusia, juga bukan didalam jiwa manusia. Dia ada didalam dan diluar sekaligus … Dia meliputi segala sesuatu (Al Fushilat: 54) Jadi untuk memandang Allah atau menyebut namanya jangan keliru melihat kepada bathin manusia yang seolah-olah Allah bersemayam didalam rongga dada manusia … Akan tetapi lebih dari itu….Pertanyaan anda mengenai wanahnu aqrabu ilaihi min hablil warid, sebenarnya sudah saya bahas dengan gamblang dan luas ... dilihat dari segi bahasa maupun filsafatnya, saya akan kesulitan membahas ini jika hanya sepotong-sepotong, atau dengan kalimat yang sangat singkat… saya takut menjadi fitnah ... jika anda serius tolong anda ulangi lagi membaca artikel yang telah saya posting di forum dzikrullah pada bab Membuka Hijab, disana dijelaskan secara terbuka dan tidak ada yang dirahasiakan, … disitu dibahas masalah pertanyaan, dimana Allah ? seperti apa dzat Allah itu ? bagaimana kita melihat Allah ? …dst Kalau masih ada kesulitan berkaitan dengan itu semua, Insya Allah saya bersedia menjelaskan kembali ….Mengenai thariqah … sah-sah saja, asal tidak menyimpang dari ketentuan Alqur'an dan Al hadist, saya setuju … Yang sayatidak setuju, jika mengatakan yang tidak ikut thariqat tertentu tidak diterima Allah amalnya, karena persoalan sanad (silsilah) .. Bagaimana jika kita bersandar kepada sumber Alqur'an yangdijamin kebenarannya ? Mengenai mursyid, ... selama anda tidak menganggap beliau sebagai penghubung roh anda atau wasilah menuju Allah, … boleh saja. Jadikanlah beliau sebagai panutan ... bukan kultus, … sebabbisa-bisa menjadi syirk, jika harus membayangkan sang guru (mursyid) saat hendak berdziklir kepada Allah. Hilangkan, atau nafikan siapa saja selain Allah … Laa ilaha illallah Muhammadar Rasulullah …Rasulullah hanya sebagai abdi Tuhan, dan sebagai pemberi peringatan, … dan Rasulullah tidak mampu membuka hidayah pamannya sendiri. Nabi Nuh tidak mampu memberi hidayah kepada anaknya yang kafir … daninnaka latahdi man ahbabta … sesungguhnya kamu tidak akan bisamemberikan hidayah kepada orang yang kamu cintai sekalipun (Al Qashas: 56),… yang kita bisa hanyalah mendo'akan, bukan membuka jalan menujuAllah ...


11 Agustus, 2007

MALAIKAT


MENGUNDANG KEHADIRAN MALAIKAT DI RUMAH “Dan kepunyaanlah segala yang di langit dan malaikat-malaikat yang di sisinya,mereka tiadalah merasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) mereka letih.Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (Al-Anbiya’ : 19-20) Salah satu rukun iman yang menjadi dasar keberimanan kita pada yang ghaib adalahkeimanan kita akan adanya makhluk Allah yang bernama malaikat. Keimanan kita kepadaAllah tidak akan dinyatakan lengkap tanpa disertai keimanan kita kepada paramalaikat Allah. Mereka Allah ciptakan sebagai hamba-hamba Allah pilihan yang tidakpernah menyalahi aturan yang telah Allah perintahkan mereka akan senantiasamelakukan apa yang Allah perintahkan tanpa reserve. Mereka senantiasa tekunberibadah kepada Allah, “Dan kepunyaanlah segala yang di langit danmalaikat-malaikat yang di sisinya, mereka tiadalah merasa angkuh untuk menyembah-Nyadan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiadahenti-hentinya.” (Al-Anbiya’ : 19-20) Diantara mereka telah Allah pilih sebagai rasul (utusan) penyampai wahyu kepada paraNabi dan Rasul, yakni Jibril As. Diantara mereka ada malaikat yang tidak berpisahdengan manusia setiap waktu dan mereka bertugas untuk mencatat amal baik dan burukmereka. Pada sisi mereka terdapat list perbuatan manusia dan ucapan-ucapannya yang akandiperlihatkan kepada manusia di “pengadilan agung”. Mereka akan memberikan kesaksianterhadap perbuatan manusia itu selama mereka di dunia, baik ataupun buruk, yangterang-terangan ataupun tersembunyi. Sedangkan hakikat malaikat dan bagaimana merekadiciptakan, tidak pernah diberitahukan kepada kita. Kita hanya diperintahkan untukberiman akan eksistensinya. Keingkaran akan keberadaannya adalah sebuah kekufurandan ini berimplikasi pada pendustaan terhadap Rasulullah, “Barang siapa yang kafirkepada Allah dan malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan hari Kemudian maka sesungguhnyaorang itu telah sesat sejauh-jauhnya (An-Nisaa’ : 126) Kita beriman atas eksistensi malaikat karena kita yakin kepada pemberi kabar ini(Nabi Muhammad) yang memerintahkan kita untuk beriman kepada malaikat Allah,”Rasultelah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pulaorang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-Nya,Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya….(Al-Baqarah : 285). Menurut bahasa “Malaikat” merupakan bentuk jama’ dari “Malak”, yang berasal darikata mashdar “al-alukah” yang berarti (risalah, misi). Yang membawa misi biasanyadisebut dengan Ar-Rasul. Dalam Al-Quran malaikat disebut sebagai Rasul-rasul, “Segala puji bagi AllahPencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untukmengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua,tiga dan empat…(Fathir : 1). Para malaikat itu senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka dan memohon kepadaAllah untuk mengampuni manusia-manusia di muka bumi,”(Malaikat-malaikat) yangmemikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbah dengan memujiTuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orangyang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mumeliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat danmengikuti jalan (agama)Mu dan peliharalah mereka dari api neraka.Ya Tuhan kami,masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, danorang yang saleh diantara nenek moyang mereka, isteri-isteri dan keturunan mereka.Sungguh Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari(bencana) kejahatan… (Ghafir : 7 –9). Malaikat itu, sebagaiman disabdakan Rasulullah dan diriwayatkan oleh Imam Muslimdiciptakan dari cahaya. Rasulullah Saw bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, dan Adamdari apa yang digambarkan kepada kalian (tanah).” (HR.Muslim) Macam-macam Malaikat dan TugasnyaMalaikat adalah hamba Allah yang dimuliakan dan utusan Allah yang dipercaya. Allahmenciptakan mereka khusus untuk beribadah kepada-Nya. Mereka bukanlah putra-putriAllah dan bukan pula putra-putri selain Allah. Mereka membawa risalah Tuhannya, dan menunaikan tugas masing-masing mempunyaitugas-tugas khusus. Di antara mereka adalah: 1. Malaikat yang ditugasi menyampaikan (membawa) wahyu Allah kepada para Rasul-Nya. Ia adalah Ar-Ruh Al-Amin atau Jibril a.s. Allah Swt berfirman, “Dia dibawa oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu(Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberiperingatan.” (Asy-Syu’ara : 193-194) 2. Malaikat yang diserahi urusan hujan dan pembagiannya menurut kehendak Allah Swt.Hal ini ditunjukkan oleh Hadits Muslim dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw, beliaubersabda, “Tatkala seorang laki-laki berada di tanah lapang (gurun) dia mendengarsuara di awan, ‘Siramilah kebun fulan’, maka menjauhlah awan tersebut kemudianmenumpahkan air di suatu tanah berbatu hitam, maka saluran air di situ-darisaluran-saluran yang ada – telah memuat air seluruhnya.” (H.R. Muslim) 3. Malaikat yang diserahi terompet, yaitu Israfil a.s. Ia meniupkannya sesuai dengan perintah Allah Swt dengan tiga kali tiupan: tiupanfaza’ (ketakutan), tiupan sha’aq (kematian) dan tiupan ba’ts (kebangkitan). FirmanAllah Swt, “…kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semua.”(Al-Kahfi : 99) 4. Malaikat yang ditugasi mencabut ruh, yakni malaikat maut dan rekan-rekannya. Allah Swt berfirman, “Katakanlah, ‘Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabutnyawamu) akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmu-lah kamu akandikembalikan.” (As-Sajdah : 11). 5. Para malaikat penjaga surga.Allah Swt berfirman, “Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan dibawa ke dalamSurga berbondong-bondong (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke Surga itu sedangpintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga penjaganya,‘Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu, maka masukilah Surga ini,sedang kamu kekal di dalamnya.” (Az-Zumar : 73) 6. Para malaikat penjaga Neraka JahannamMereka itu adalah Zabaniyah. Para pemimpinnya ada 16 dan pemukanya adalah Malik a.s.Firman Allah Swt, “Mereka berseru, Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Az-Zukhruf : 77) 7. Para malaikat yang ditugaskan menjaga seorang hamba dalam segala ihwalnya.Mereka adalah Mu’aqqibat, sebagaimana yang diberitakan Allah dalam firmannya, “Samasaja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yangberterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yangberjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yangselalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atasperintah Allah.” (Ar-Ra’du : 10-11). 8. Para malaikat yang ditugaskan mengawasi amal seorang hamba, amal yang baik,maupun amal yang buruk.Mereka adalah Kiram al-Katibun (para pencatat yang mulia). Mereka masuk dalamgolongan Hafazhah (para penjaga), sebagaimana firman Allah, “Apakah mereka mengirabahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kamimendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisimereka.” (Az-Zukhruf : 80) “(Yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelahkanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannyamelainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Qaf : 17-18). 9. Penentram hati kaum mukminin,“Sesungguhnya orang-orang yang berkata,”Tuhan kami adalah Allah” kemudian merekameneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (denganmengatakan), “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralahkamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Fushshilat:30) Mengundang Kehadiran Malaikat di RumahTak seorang muslimpun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri olehpara malaikat Allah dan dijauhkan dari syetan. Sebab kehadiran mereka di rumahmereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian ruhani yangmengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga. Namun adalah rumah-rumah yang disenangi para malaikat itu? Jawabannya pasti ada.Sebab diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmatdan kedamaian di tengah manusia sebagaiamna syetan berkeliling untuk menebarkankejahatan di tengah mereka. Lalu rumah mana saja yang akan dihadiri para malaikat itu? Berikut rumah-rumah yangdihadiri oleh malaikat. Diantaranya adalah :1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud2. Rumah yang senantiasa bersih3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu9. Rumah yang penghuninya ada isteri salehah10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana’ah, dermawanpemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalubanyak Di bawah ini akan saya paparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas :Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda : Jikakalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu! Para sahabatberkata, “Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?” Nabibersabda, “Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memilikimalaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikirdan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya, hadits inidiriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam bukuAl-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda “Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali merekaakan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada merekaketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada disisi-Nya” (HR. Muslim) Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikanmalaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita. Sebaliknya rumah yangdikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya. Sementara itu orang yang membcan Al-Quran disebutkan dalam sabdanya : “Sesungguhnyarumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan datangi malaikat, dijauhi syetandan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya.Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat danakan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidakdibacakan Al-Quran” (HR. Ad-Darimi). Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akanmuncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran makaketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninyamasih bernyawa. Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwaseorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Makasegera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikatbertemu dengan orang tadi maka dia bertanya : Kemana engkau akan pergi? Lelaki itumenjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itubertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata :Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikatitu berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaumusebagaimana kau mencintai orang itu” (HR. Muslim) Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda :“Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena sukadengan apa yang sedang dia tuntut” (HR. Tirmidzi). Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuahhadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka : Rasulullah Saw bersabda,“Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo’akan, “Ya Allah beri gantilah untukyang menderma, dan yang lain berdo’a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.” Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dansabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikatsedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi. Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing,ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu. Islam adalah agama yang cinta kebersihan sehingga mengingatkan bahayanya memilikianjing, bahkan melarang memelihara anjing kecuali untuk kepentingan penjagaankeamanan atau pertanian. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikatrahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilikanjing akan susut atau berkurang. Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akanmemasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yangdidalamnya terdapat gambar (patung)" [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah] Ibnu Hajar berkata : "Ungkapan malaikat tidak akan memasuki...." menunjukkanmalaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)".Tetapi, pendapat lain mengatakan : "Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasukirumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidakpernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh IbnuWadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Sementara itu, yang dimaksud dengan ungkapan rumah pada hadits di atas adalah tempattinggal seseorang, baik berupa rumah, gubuk, tenda, dan sejenisnya. Sedangkanungkapan anjing pada hadits tersebut mencakup semua jenis anjing. Imam Qurthubiberkata : "Telah terjadi ikhtilaf di antara para ulama tentang sebab-sebabnyamalaikat rahmat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing. Sebagian ulamamengatakan karena anjing itu najis, yang lain mengatakan bahwa ada anjing yangdiserupai oleh setan, sedangkan yang lainnya mengatakan karena di tubuh anjingmenempel najis.” Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwaRasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengadakan perjanjian dengan Jibrilbahwa Jibril akan datang. Ketika waktu pertemuan itu tiba, ternyata Jibril tidakdatang. Sambil melepaskan tongkat yang dipegangnya, Rasulullah Shallallahu 'alaihiwa sallam bersabda : "Allah tidak mungkin mengingkari janjinya, tetapi mengapaJibril belum datang ?" Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh,ternyata beliau melihat seekor anak anjing di bawah tempat tidur. "Kapan anjing inimasuk ?" tanya beliau. Aku (Aisyah) menyahut : "Entahlah". Setelah anjing itudikeluarkan, masuklah malaikat Jibril. "Mengapa engkau terlambat ? tanya RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam kepada Jibril. Jibril menjawab: "Karena tadi dirumahmu ada anjing. Ketahuilah, kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnyaterdapat anjing dan gambar (patung)" [HR. Muslim]. Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orangyang berteman dengan anjing. Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwaRasulullah bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang ditengah-tengah mereka terdapat anjing". [HR Muslim] Imam Nawawi mengomentari hadits tersebut : "Hadits di atas memberikan petunjuk bahwamembawa anjing dan lonceng pada perjalanan merupakan perbuatan yang dibenci danmalaikat tidak akan menemani perjalanan mereka. Sedangkan yang dimaksud denganmalaikat adalah malaikat rahmat (yang suka memintakan ampun) bukan malaikat hafazhahyang mencatat amal manusia. [Lihat Syarah Shahih Muslim 14/94] Malaikat juga tidak suka masuk rumah yang berbau tidak sedap. Rasulullah Sawbersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidaksedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, olehkarena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.”(HR. Bukhari dan Muslim). Juga adanya penghuni rumah yang mengancam saudaranya (muslim) dengan senjata.Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mengarahkan (mengancam) saudaranya (muslim)dengan benda besi (pisau misalnya), maka orang itu dilaknat oleh malaikat, sekalipunorang itu adalah saudara kandungnya sendiri.” (HR Muslim). Kita semua berharap rumah kita akan senantiasa dikelilingi malaikat dan dijauhkandari syetan laknat. Maka tidak ada cara lain bagi kita kecuali senantiasameningkatkan bobot dan kapasitas keimanan, keislaman dan keihsanan kita, setiapdetik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Peningkatan ini kita butuhkankarena hidup ini tidak pernah henti berputar. Waktu kita terus bergulir dan kitatidak bisa menghentikannya. Umur kita terus mengkerut dan kita tidak bisa lagimerentangnya. Hanya ada satu kata dalam kehidupan kita : beramal saleh dengansegera, tanpa ditunda!! Wallahu ‘alam bishawab.Samson Rahman, एम्

Assalamu'alaikum wr wb
Email ini dikirim dari situs Swaramuslim.net, tidak ada maksud lain tuk psting di blog ini hanya semata-mata tuk menyebarkan dakwah islamiyah n dapat dijadikan renungan bagi kita semua, thanks moga keimanan yang ada dalam hati kita ini dapat dipertahankan sampai akhir hayat kita Untuk melihat isi silahkan click berikut ini
: http://swaramuslim.net

हरी SURA

Salah Kaprah antara Sura dan Muharram Oleh: Tiar Anwar Bachtiar 20 Januari 2007 atau bertepatan dengan tahun baru Hijriyah, 1 Muharran 1428 banyakorang mengadakan peringatan। Sayangnya, banyak yang salah kaprah Hari sabtu tanggal 20 Januari 2007 kemarin ditetapkan pemerintah sebagai hari liburnasional menyambut tahun baru Hijriyah, 1 Muharran 1428। Hari itu juga bertepatandengan tanggal 1 Suro 1940 Çaka (baca: Syaka)। Di berbagai tempat banyakperingatan-peringatan dilakukan। Sebagian ada yang melakukan peringatan dimesjid-mesjid dengan mengadakan muhasabah dan pengajian, sementara di tempat-tempattertentu seperti di Keraton Jogja, Surakarta, Banyuwangi, dan beberapa tempat laindi pesisir pantai utara diselenggarakan ritual-ritual yang selalu diselenggarakansstiap tanggal 1 Suro. Masalahnya, banyak sekali media, terutama pemberitaan televisi yang menyamakan sajaperingatan 1 Muharram yang berasal dari kalender Hijriyah dengan peringatan 1 Suroyang mengikuti perhitungan kalender tahun Çaka. Misalnya, kirab di Keraton Jogja danSolo serta ritual Jamasan (mencuci benda-benda pusaka) dianggap sebagai rangkaianupacara dalam memperingati Tahun Baru Islam, Hijriyah. Padahal, upacara-upacara adatitu, secara asal-usul budaya, sama sekali bukan dalam memperingati tahun baru Islam,melainkan memperingatai tahunn baru Çaka yang memang selalu jatuh hampir bersamaandengan kalender Hijriyah. Kesalahan persepsi itu berakibat cukup fatal. Aroma sinkretisme sengaja dibangunkembali seolah-olah Islam membolehkan praktik-praktik upacara semacam itu. Mediamembentuk opini bahwa upacara-upacara itu merupakan bagian dari tradisi Islam,padahal sama sekali berbeda. Dalam Islam jangankan melakukan upacara-upacara sepertiJamasan, mempersembahkan sesaji berupa kepala kerbau yang dilarung ke laut, ataukirab dengan rangkaian upacara tertentu, benar-banr memperingati tahun baru Hijriahdengan cara muhasabah dan menyelenggarakan pengajian-pengajian pun masihdiperselisihkan. Sebagian ada yang membolehkan, tentu dengan catatan bahwa pelaksanaannya hanyalahsebagai aktivitas biasa seperti pengajian-penagjian biasa pada umumnya; hanyawaktunya saja memilih tanggal 1 Muharram. Namun, sebagian ulama lain tegas-tegasmenolak karena Rasulullah atau para sahabat tidak pernah mencontohkan. Bahkan, nama Hijriyah sendiri tidak pernah dikenal pada zaman Rasulullah karena barudiuat pada zaman Khlaifah Umar ibn Khaththab, apalagi diperingati. Jelas kalau inidianggap ritual akan termasuk ke dalam kategori bid'ah; dan bila dibiasakan akan adasangkaan dari masyarakat awam bahwa ini merupakan bagian dari ritual ibadah yangharus di laksanakan. Kalau itu terjadi, telah terjadi penyesatan pada umat. Olehsebab itu, untuk mengantisipasi terjadi hal semacam itu, lebih baik tidak dilakukankegiatan apapun untuk menyambutnya. Ini diasaskan pada kaidah sadd al-dzara'ah(tindakan preventif). Untuk melihat bahwa antara Sura dan segala tradisinya dengan Muharram adalah sesuatuyang berbeda, kita mesti melihat sejarah penanggalan keduanya. Kalau ini tidakdidudukkan, maka selalu akan terjadi penyamarataan yang akhirnya merugikan citraIslam dan Umat Islam. Berikut akan dipaparkan sekilas mengenai masalah ini. Perbedaan Perhitungaan Astronomis Biasanya, pergantian tahun Hijriyah memang hampir selalu bersamaan dengan pergantiantahun baru Çaka Jawa. Bila bulan baru Hijriyah diawali oleh bulan Muharram, makatahun Çaka-Jawa diawali oleh bulan Sura (baca: Suro). Hanya saja, awal tanggalsetiap bulan kadang bersamaan, kadang berselisih satu hari. Perbedaan ini mudah sajadimaklumi. Tahun Hijriyah tergolong astronomical calendar (dihitung berdasarkan pengamatanastronomis) sedangkan tahun Jawa termasuk mathematical calendar (dihitung denganhitungan aritmatis yang pasti). Sekalipun sama-sama berbasis pada perhitunganperedaran bulan, kadang terjadi beda penghitungan. Perbedaan cara penghitungan ini juga berimplikasi pada penentuan tanggal bulan barumasing-masing kalender. Penetapan bulan baru (hilal) pada kalender Hijriyahseringkali dipersengketakan karena perbedaan dalam penghitungan visibilitas hilal(keterlihatan bulan baru). Sementara penghitungan kalender Çaka-Jawa tidakbergantung pada visibilitas hilal yang sesungguhnya, tapi pada perhitungan yangmereka pastikan sebagai bulan baru. Oleh sebab itu, kalender Çaka-Jawa dapatdihitung secara konsisten seperti penghitungan kalender Masehi hingga jarangdiperselisihkan. Kedua kalender tersebut jelas berbeda. Selain berbeda cara penghitungan, jugaberasal dari tradisi yang berlainan. Yang satu berasal dari tradisi Arab sedangkanyang lain dari tradisi Jawa. Akan tetapi, sekali-kali perhatikan nama-nama hari,bulan, dan tahun pada kalender Çaka-Jawa. Nama-nama itu memperlihatkan pengaruhArab-Islam yang sangat kuat. Nama hari pada kalender Çaka-Jawa (Ahad, Senen, Seloso, Rebo, Kemis, Jemuah, danSetu) sangat mirip dengan nama hari dalam kalender Hijriyah (Ahad, Itsnain,Tsulatsa', Arbi'a', Khamis, Jum'ah, dan Sabt). Nama-nama bulan yang digunakan (Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadil Awal,Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah, Poso, Sawal, Hapit, Besar) pun diambil dariperistiwa-peristiwa penting dalam tradisi Islam. Sura diambil dari kata 'Asyura (10Muharram), tanggal terbunuhnya Husein ibn Ali di Padang Karbala yang sangat pentingdalam tradisi Islam (Syi'ah) dan tanggal yang oleh Nabi dianjurkan puasa padanya.Nama “Mulud” diambil dari kata “Maulid” (dilahirkan), maksudnya bulan dilahirkannyaNabi Muhammad Saw. Poso, nama Jawa untuk bulan Ramadhan, diambil dari aktivitas yangwajib dilaksanakan pada bulan itu, yaitu “puasa” (jawa: poso). Nama bulan-bulan yanglain pun demikian. Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa ini bisa terjadi? Padahal, nama Çaka sendiriberasal dari mitologi Hindu-Jawa, Aji Çaka. Dalam Babad Tanah Jawi disebutkan bahwakedatangan orang-orang Hindu di Jawa menandai dimulainya zaman baru, yaitu zaman AjiÇaka yang menurut perhitungan mereka zaman itu bersamaan dengan tahun 78 Masehi.Oleh sebab itu, tahun Çaka dan tahun Masehi berselisih 78 tahun. Siklus delapantahunan yang disebut Windu juga berasal dari tradisi Hindu bukan Islam. Akan tetapinama-nama tahunnya diadaptasi dari nama-nama huruf Arab yang tentu saja dibawa olehorang-orang Islam. Lihat saja nama-nama berikut: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be,Wawu, dan Jimakir. Itu adalah nama-nama tahun dalam siklus delapan tahunan kalenderÇaka-Jawa. Sisi ini menarik untuk digali. Kalender Çaka yang digunakan orang-orang Jawa-Hindu dahulu pada mulanya dihitungberdasarkan pergerakan matahari (sistem matahari) seperti kalender Masehi. Nama-namayang dipakai untuk manandai hari dan bulan pun masih sangat Hindu-sentris. Siklustujuh harian mereka namai dengan nama-nama Hindu seperti: Adite (Ahad), Soma(Senin), Hanggara (Selasa), Budha (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jum'at), Tumpak(Sabtu). Nama untuk siklus dua belas bulanan pun mereka namai dengan nama-nama Hinduantara lain (diurut mulai dari bulan pertama): Srawana, Badrapada, Aswina, Kartika,Margasira, Pusya, Mukha, Phalguna, Caitra, Waishaka, Jyestha, Asadha. Runtuhnya Majapahit di tangan penguasa Demak pada tahun 1478 M menandai runtuhnyabenteng terakhir supremasi kekuasaan Hindu di Indonesia. Para sejarawan menyebuttahun itu sebagai permulaan "Zaman Baru" dalam sejarah Indonesia. Supremasi Islammulai berkibar di seantero Nusantara. Seiring dengan itu, simbol-simbol kebudayaanHindu sedikit demi sedikit diganti dengan simbol-simbol kebudayaan Islam. Prosesperubahan itu biasanya tidak secara drastis. Simbol-simbol lama tetap dipakai, namunesensinya diislamkan. Contohnya pertunjukan wayang. Wayang tetap digunakan sebagaimedia, namun ceritanya diubah dan dimodifikasi agar sesuai dengan pesan-pesan Islam.Ajaran-ajaran Islam pun banyak yang dikemas dalam tembang-tembang khas Jawa.Begitulah cara yang dipakai oleh para pendakwah Islam waktu itu. Konon, SunanKalijaga adalah salah satu yang paling sering menggunakan cara-cara seperti itu. Proses Islamisasi itu sampai juga pada sistem penanggalan. Sistem pananggalanÇaka-Hindu sudah sangat mendarah daging di kalangan masyarakat Jawa, karena sudahmereka gunakan berabad-abad. Tentu saja, untuk menggantikannya secara drastis akanmenimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Sunan Giri, semasa pemerintahan Demak(akhir abad ke-15 M), berhasil menemukan formula pengislaman kalender Çaka-Hindu. Caranya dengan mengubah nama hari dalam siklus tujuh harian kalender Çaka-Hindudengan nama hari dalam kalender Hijriyah--tentu dengan penyesuaian aksen Jawaseperti itsnain menjedi senen. Selain siklus tujuh harian kalender Çaka-Hindu jugamemiliki siklus lima harian dengan nama sendiri. Siklus lima harian ini dibiarkantidak diubah, kemudian digabungkan dengan nama-nama hari dalam siklus tujuh harianyang telah diubah. Nama-nama hari dalam siklus lima harian ini adalah legi, paing,pon, wage, dan kliwon yang biasa disebut pancawara atau pasaran. Jadilah hari dalamkalender Jawa yang baru disebut bersama nama pasaran-nya seperti Jemuah Kliwon, ReboPahing, dan sebagainya. Puluhan tahun berikutnya setelah formula ini cukup tersosialisasikan, Sultan AgengHanyokrokusumo, penguasa Mataram berinisiatif untuk menggunakannya secara resmi.Maka kemudian tanggal 1 Muharram 1043 H (8 Juli 1633 M) ditetapkan sebagai tanggal 1Suro tahun Alip (1555 Çaka baru atau Çaka-Jawa). Sistem penanggalan yang dipakai pun diubah dari sistem matahari menjadi sistem bulanmengikuti penanggalan Hijriyah. Seiring dengan perubahan sistem yang dipakai,nama-nama bulan pun diubah, namun tidak semuanya mengadaptasi nama bulan dalamkalender Hijriyah. Pengubahan nama disesuaikan dengan peristiwa keagamaan yangterjadi pada bulan bersangkutan. Selain hari dan bulan yang diubah, hitungan tahunÇaka tidak diubah mengikuti hitungan tahun Hijriyah. Hitungan tahun tetapmenggunakan hitungan lama. Sejak saat itulah pergantian tahun Çaka selalu hampirbersamaan dengan pergantian tahun Hijriyah. Tapi tentu, keduanya tetap tidak sama.(Hidayatullah) *) Penulis adalah Staf Pengajar Pesantren Persatuan Islam 19 Bentar Garut KetuaDivisi Kajian Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta



Assalamu'alaikum wr wb
Email ini dikirim dari situs Swaramuslim.net, tidak ada maksud lain tuk psting di blog ini hanya semata-mata tuk menyebarkan dakwah islamiyah n dapat dijadikan renungan bagi kita semua, thanks moga keimanan yang ada dalam hati kita ini dapat dipertahankan sampai akhir hayat kita Untuk melihat isi silahkan click berikut ini
: http://swaramuslim.net/
Kesaksian 'Raja Jin' Soal Marahnya Nyi Roro Kidul Pakar jin mengajak umat tak percaya ramalan menyesatkan। Sebelumnya Permadi menuduhgempa Jogjakarta karena Nyi Roro Kidul marah terhadap pendukung RUU-APP. “BagaimanaNyi Roro Kidul Marah, wong membersihkan pantainya yang sekarang kotor saja dia takmampu, Abu Aqila yang juga pakar ruqyah syariyah meminta umat Islam tak mempercayairamalan-ramalan dukun atau paranormal sehubungan dengan peristiwa gempa tektonikyang melanda Jogjakarta, Sabtu pekan lalu. “Hukumnya kufur bagi umat Islam yang mempercayai ramalan dukun atau paranormal,”ujar Abu Aqilah, Jum’at, (2/6) sore ini. Pernyataan pria yang juga dikenal ahli jin ini menanggapi komentar anggota DPR RIdari FPDI, Permadi, yang mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Jogjakarta dansebagaian Jawa Tengah dianggap berhubungan erat dengan rencana pengesahan RUU AntiPornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Permadi yang juga paranormal itu mengatakan, gempa yang terjadi di Jogjakarta karenaNyi Roro Kidul alias Ratu Pantai Selatan marah karena semakin anarkisnya parapendukung RUU APP. "Ratu Kidul juga ngamuk, karena yang pro RUU APP semakin ganas, dan Ratu Kidul nggakboleh pakai kemben lagi, " ujarnya disampaikan di detik.com, Jum'at (2/6) tadisiang. "Lagian namanya juga paranormal, artinya orang yang 'tidak normal', "ujarnya. Aktivis Bengkel Rohani itu juga merasa heran bila Permadi menghubungkan gempaJogjakarta dengan pendukung RUU-APP. "Secara akal aja tidak nyambung, '"tambahnya. Sebaliknya, menurut Abu Aqila, Nyi Roro Kidul tak bisa marah. Yang murka itupencipta alam, Allah SWT atas banyaknya amalan dan ramalan-ramalan berbau syirik. “Bagaimana Nyi Roro Kidul Marah, wong membersihkan pantainya yang sekarang kotorsaja dia tak mampu, “ujar Abu Aqila saat dimintai pendapat hidayatullah.com. Yang justru membuat Allah menurunkan musibah itu, ujarnya, bila orang meyakiniramalan paranormal dan alaman-amalan syirik. Misalnya ramalan bahwa sepuluh harisetelah wedhus gembel Merapi akan meletus atau ramalan lain soal murkanya Nyi RoroKidul. “Kemusyrikan-kemusyrikan seperti inilah yang membuat Allah menurunkanmusibah,” tambahnya. Karenanya, penulis buku “Kesaksian Raja Jin” itu berharap agar umat Islam tak lagimenambah-nambah kemusyrikan lain agar Allah tak kembali menurunkan azabnya lebihbesar. “Tak ada salahnya kita melakukan taubat nasional, terutama para pemimpin kita. Agarbencana tak datang lagi lebih besar di sekitar kita,” ujar Abu Aqilah.[cha/Hidayatullah.com] Kaum Sepuh Yogya: Gempa Karena Nyi Roro Kidul NgambekNurvita Indarini - detikcom2/6/06 : Jakarta - Mitos tak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Jawa, termasukmasyarakat Yogyakarta. Mitos yang mereka percayai termasuk Nyi Roro Kidul. Dia dikenal sebagai perempuan cantik penguasa Laut Selatan. Apa jadinya bila SangRatu ngambek? Gempa bumi untuk Yogyakarta dan sekitarnya! Begitulah cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Yogya. Penduduk asli Yogya,khususnya orang-orang tua, mempercayai gempa yang terjadi 27 Mei lalu adalah murkaNyi Roro Kidul. "Nyi Roro kidul ngambek karena belakangan orang-orang hanya konsentrasi ke GunungMerapi, jadi tidak ada sesaji lagi, ya ini akibatnya," ujar Irawan (55), pemilik kosdi Condong Catur, Sleman, Yogyakarta dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa(30/5/2006). Ditambahkan Irawan, menurut orang-orang tua di Yogya, penguasa Gunung Merapi danLaut Selatan sedang marah. Sebab pihak Kraton Yogya tidak lagi mengadakan upacararitual yang dulu rutin dilakukan. "Di dalam kraton malah ada dangdutan, di depan kraton sering dijadikan tempat konsermusik, ya wajarlah kalau marah," cetus Irawan mengutip para kaum sepuh. Dikatakan dia, beredar pula cerita bahwa para korban yang tewas akibat gempa adalahorang-orang melihat naga merah di pantai selatan. "Kalau Gunung Merapi katanya akan meletus kalau sudah nampak raksasa berwujud kabut,dan 2 anak kecil turun gunung yang diikuti turunnya monyet-monyet," kata Irawanmenutup pembicaraan.(fay)


Assalamu'alaikum wr wb
Email ini dikirim dari situs Swaramuslim.net, tidak ada maksud lain tuk psting di blog ini hanya semata-mata tuk menyebarkan dakwah islamiyah n dapat dijadikan renungan bagi kita semua, thanks moga keimanan yang ada dalam hati kita ini dapat dipertahankan sampai akhir hayat kita Untuk melihat isi silahkan click berikut ini :
http://swaramuslim.net

एच.हर्तोनो AHMAD

Ustadz H. Hartono Ahmad Jaiz: RUWATAN ITU MUSYRIK

Bencana dan musibah yang bertubi-tubi datang merupakan adzab dari Allah Subhanahu wa
Ta’ala kepada bangsa Indonesia. Mengapa ini terjadi? Karena bangsa yang mayoritas
muslim ini masih mempraktekkan kemusyrikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk kemusyrikan itu di antaranya adalah ruwatan, sedekah bumi, dan larung laut.
Semua ini merupakan bentuk kemusyrikan.

Berikut petikan wawancara Tabloid Jum’at dengan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, seorang
pengamat pemikiran Islam dan aliran sesat serta penulis buku produktif.

Bagaimana pendapat Ustadz soal bencana dan musibah yang bertubi-tubi menimpa bangsa
ini?
Pertama-tama yang harus diketahui, Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak dzalim. Dan
Dia tidak suka kepada kedzaliman. Kedzaliman yang paling tidak disukai dan tertinggi
adalah kemusyrikan.

Ketika kita sudah tahu seperti itu, yang paling tidak disukai Allah adalah
kemusyrikan, tetapi di balik itu Allah tidak dzali; ketika musibah bertubi-tubi
menghampiri tanah air Indonesia berarti manusia ini yang dzalim. Kedzaliman yang
paling puncak dan paling tidak disukai oleh Allah adalah kemusyrikan.

Nah, mari kita lihat apakah sebenarnya kemusyrikan yang dilakukan oleh rakyat
Indonesia itu. Sangat banyak. Kemusyrikan itu tidak mesti dilakukan oleh orang-orang
kafir saja, tetapi juga dilakukan oleh orang Islam sendiri. Mereka menyembah Allah
Subhanahu wa Ta’ala tetapi juga meminta pertolongan kepada selain Allah. Ini bentuk
kemusyrikannya.
Padahal kalau mereka tahu, kemusyrikan yang mereka lakukan itu sebenarnya bentuk
kedzaliman yang paling tinggi dan besar serta sangat tidak disukai oleh Allah.

Kemusyrikan yang dilakukan manusia Indonesia dapat dilihat dengan gencarnya otonomi
daerah, pemerintah daerah melalui dinas pariwisata menghidupkan kembali bentuk
kemusyrikan yang sebenarnya oleh para ulama sudah diredam.

Seperti apa bentuk kemusyrikan itu?
Misalnya, kemusyrikan yang sudah diredam itu adalah ruwatan. Sebelum tahun 1990-an,
kegiatan ruwatan jarang sekali terdengar dan sudah terkubur. Tetapi sejak tahun
2000, terutama pada saat pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, acara ruwatan
muncul kembali. Konon menurut informasi yang beredar, Gus Dur pun diruwat oleh
seorang paranormal bernama Romo. Bahkan di universitas ternama, seperti Universitas
Gajah Mada pun melakukan ritual ruwat yang diberi nama Ruwatan Bangsa. Hadir dalam
acara ritual tersebut Presiden Gus Dur, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Rektor UGM
Ichlasul Amal dengan tontonan wayang kulit berlakon Murwokolo dan Sesaji Rojo Suryo
oleh Dalang Ki Timbul Hadiprayitno di Balairung UGM, Jum’at malam 18 Agustus 2000.

Di situ berarti, kemusyrikan yang sudah terpendam itu dihidupkan kembali.
Ruwatan itu sebenarnya salah satu bentuk kemusyrikan. Sebab dalam ruwatan tersebut
terdapat bentuk perdukunan, klenik, takhayyul, bid’ah, khurafat dan
keyakinan-keyakinan sesat lainnya.

Sejak itu dilakukan, maka ruwatan kembali semarak dan dihidup-hidupkan secara
nasional. Bahkan saat ini acara semacam itu didukung oleh berbagai instansi
pemerintah. Kalau mau tahu lebih banyak bukalah situs-situs di internet. Di sana
terlihat beberapa instansi pemerintah mengadakan berbagai ruwatan.

Dengan adanya otonomi daerah maka bermunculan berbagai bentuk kemusyrikan yang
dikemas dengan unsur pariwiasata dan budaya.

Selain ruwatan, bentuk kemusyrikan lainnya adalah upacara larung laut. Kegiatan
seperti itu sama seperti ruwatan, penuh dengan kemusyrikan. Bahkan pada bulan Juli
2004 lalu di Bantul (selatan Jogjakarta) acara larung laut juga dilakukan oleh para
anggota DPRD Bantul hasil pemilu 2004. Sebagai bentuk syukur mereka mengadakan
upacara larung laut yang diberi nama dengan Larung Buto ke Laut Kidul. Upacara yang
penuh dengan kemusyrikan itu juga diikuti oleh beberapa partai Islam. Mereka
menganggap bahwa kesialan harus dibuang ke laut dan meminta berkah kepada Nyai Roro
Kidul.

Apa yang dilakukan oleh para anggota dewan itu jelas bentuk kemusyrikan. Bila hal
seperti ini terus dilakukan dan dihidupkan kembali, maka tidak mustahil Allah murka
dengan berbagai bencana dan musibah atas bangsa ini.

Bentuk kemusyrikan lainnya adalah upacara sedekah bumi yang marak dilakukan di
berbagai pelosok desa. Dalam upacara itu juga digelar [b]sesaji untuk arwah leluhur.
Ini jelas-jelas bentuk kemusyrikan.

Di samping itu juga marak praktek-prektek perdukunan. Masyarakat negeri ini memang
mayoritas Muslim, tapi ada sebagian dari mereka yang senang mengikuti perintah yang
diberikan oleh dukun-dukun. Padahal mereka itu muslim, tetapi meminta sesuatu itu
melalui dukun bukan langsung kepada Allah. Perdukunan itu juga termasuk bentuk
kemusyrikan.

Jadi bencana dan musibah ini adzab Allah?
Ya. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan azab
kepada kaum yang tidak mengikuti ajaran yang dibawa para Nabi dan Rasul Allah. Ada
yang diazab dengan hujan batu, banjir, gempa dan aneka macam azab lainnya. Bahkan
Bani Israel pun dirubah menjadi monyet dan babi karena mereka melanggar perintah
Allah yang disampaikan oleh Nabi Musa Alaihis Salam.

Jadi, musibah dan bencana akhir-akhir ini terjadi merupakan azab dari Allah kepada
bangsa ini. Sebab saya melihat banyak masyarakat, terutama umat Islam percaya kepada
dukun-dukun, klenik dan jimat-jimat. Bahkan ramai-ramai membesar-besarkan acara
ruwatan yang jelas-jelas sangat penuh dengan kemusyrikan.

Ruwatan itu kan sebenarnya upacara adat. Bagaimana tanggapan Ustadz?
Ruwatan itu sebenarnya kepercayaan non-Islam yang berlandaskan cerita wayang.
Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo---raksasa pemakan manusia,
anak Batoro Guru atau raja para dewa. Batoro Kolo adalah raksasa buruk rupa jelmaan
dari sperma Batoro Guru yang berceceran di laut setelah gagal bersenggama dengan
permaisurinya, Batari Uma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan.
Makanan Batoro Kolo adalah manusia yang dilahirkan dalam kondisi tertentu, seperti
kelahiran yang menurut perhitungan klenik akan mengalami menderita (sukerto), juga
yang lahir dalam keadaan tunggal (ontang-anting), kembang sepasang (kembar), sendang
apit pancuran (laki, perempuan, laki) dan lain-lain.

Itu kepercayaan musyrik, menyekutukan Allah yang berlandaskan cerita wayang penuh
takhayyul, khurofat dan tathoyyur atau menganggap sesuatu sebagai alamat sial dan
sebagainya. Biasanya ruwatan disertai dengan sesaji dan wayangan untuk menghindarkan
diri agar Botor Kolo tidak memangsa.

Apa yang harus dilakukan umat agar bencana ini tidak terus terjadi?
Hal pertama yang dilakukan adalah menyadarkan umat Islam bahwa bencana dan musibah
ini benar-benar azab dari Allah atas maraknya kemusyrikan dan kemaksiatan di
tengah-tengah kehidupan mereka. Itu yang harus dilakukan dahulu. Setelah itu, umat
harus melakukan tobat nasuha, tobat yang sebenar-benarnya tobat. Masyarakat harus
meninggalkan segera hal-hal yang berbau musyrik. Sebab kemusyrikan itu merupakan
puncak dari kedzaliman.

Kemudian para ulama harus berani bicara bahwa bencana yang bertubi-tubi ini
merupakan adzab dari Allah kepada manusia. Sayangnya para ulama tidak ada yang
berani bicara, padahal ayatnya sangat banyak dalam Al-Qur’an.

Para ulama juga harus berani menegur umat dan pemerintah. Sebab pemerintah secara
khusus memberikan lampu hijau maraknya kemaksiatan yang ada dalam kehidupan
masyarakat. Bahkan pemerintah lewat Dinas Pariwisata dibantu dengan media massa
membesar-besarkan upacara adat yang jelas-jelas penuh dengan kemusyrikan. (maulana,
Tabloid Jum’at, Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, No. 743 Thn XVII, 9 Rajab/ 4
Agustus 2006, halaman 5)।

Assalamu'alaikum wr wb
Email ini dikirim dari situs Swaramuslim.net, tidak ada maksud lain tuk psting di blog ini hanya semata-mata tuk menyebarkan dakwah islamiyah n dapat dijadikan renungan bagi kita semua, thanks moga keimanan yang ada dalam hati kita ini dapat dipertahankan sampai akhir hayat kita Untuk melihat isi silahkan click berikut ini
: http://swaramuslim.net

देवी PURNAMAWATIi

Dewi Purnamawati : Isi Bibel Mengantarkannya untuk memeluk IslamDewi Purnamawati nama saya, kelahiran Solo Th. 1962. Tahun 1971, Mase (panggilan saya kepada ayah) yang pegawai AURI pindah tugas ke P. Lombok sehingga saya besar di P. Lombok sampai lulus SLTA Th. 1981. Kemudian kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta sampai lulus Th. 1985. Sejak Th. 1986 saya kembali menetap di Solo dan mengabdikan diri sebagai guru listrik di STM Negeri 2 Surakarta yang saat ini nama-nya SMKN V Surakarta.Pengaruh kekristenan ibu yang aktifis gereja sangat kuat, Th. 1971 Mase yang semula Islam tidak sekedar dikristenkan ibu tetapi bahkan berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan yang militan & handal. Mase dianggap punya kelebihan talenta. Mampu berinteraksi dan mengusir kuasa kegelapan, padahal kemampuan metafisik/paranormal semacam itu yang mereka anggap kelebihan dan anugerah Tuhan, dalam kacamata Islam justru indikasi lemahnya Tauhid, karena menurut ajaran Islam talenta semacam itu sebenarnya berasal dari setan.Kami 3 bersaudara -saya dan 2 adik saya- dididik dengan ketat dalam kehidupan kristen yang taat dan sangat kuat. Sejak kecil sudah dicekoki doktrin-doktrin kristen. Merendahkan & apriori terhadap Islam. Harus mampu menampakkan bahwa kristen adalah KASIH. Digembleng menjadi militan untuk mampu memasuki dan mempengaruhi kehidupan masyarakat P. Lombok yang mayoritas beragama Islam, kami semua aktif dalam penginjilan/pemurtadan. Contoh keberhasilan didikan ibu adalah adik saya laki-laki, sejak kira-kira Th. 1997 ia menjadi pendeta di daerah Cimahi setelah menamatkan S2 nya di Institut Agama Kristen TIRANUS Cimahi Bandung.Dia telah sukses mengkristenkan orang satu kampung melalui cara mengajarkan dan membantu masyarakat berusaha dengan mengelola tanaman hidrophonik, sementara adik saya perempuan, aktif penginjilan di P. Madura. Obsesinya mengkris-tenkan para kiai. Sebab peluang itu ada! Kalau malam minggu dia menga-mati kiai nyebrang ke Surabaya, pakaian kiai-nya ditanggalkan dan ganti pakai celana jeans dan T.Shirt lalu asyik dalam dunia hiburan!.Saya sendiri, suami pertama adalah aktifis HMI sekaligus pengurus pengajian yang telah berhasil saya kristenkan, tetapi akhirnya kami bercerai juga. Memang kristen mengajarkan “Apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” tetapi pendeta akhirnya mengijinkan kami bercerai, ia tidak punya solusi.Anak saya sejak perceraian itu dipelihara ibu di Lombok, ia dididik ibu menjadi kristen militan. Tidak boleh saya ambil untuk saya didik di Solo, kecuali kalau saya balik ke kristen. Anak saya yang semata wayang itu, untuk mendapatkannya ibarat ‘toh nyowo’ hampir keguguran sampai 3 kali. Tepatnya malam 27 Ramadhan th. 2004, dengan sadar & tanpa beban telah memutuskan hubungan ibu-anak dengan saya, karena meski-pun diiming-imingi, diancam dan menanggung resiko apapun saya tetap Islam tidak mau balik Kristen. Dengar-dengar sekarang ini ia kuliah di Jawa mengambil Pastoral Konseling di sekolah theologi, dalam rangka menjadi seorang pendeta … wallaahu a’lam.Sejak itu pula saya di PHK keluarga saya. sama nenek saya , Pakde Bud, Bapak-ibu dan adik-adik yang sejak kecil saya yang mengasuh, membiayai pendidikan & pernikahan mereka. Sebenarnya sejak kecil saya sudah sering merasa sangsi, bimbang, bingung, galau dan ragu dengan ajaran Kristen. Banyak sekali kejanggalan, banyak hal tidak sesuai dengan akal sehat, tetapi saya tetap mencoba setia dengan kekristenan saya. Tetap melakukan penginjilan walau kegalauan semakin hari semakin membengkak dan terasa menyiksa. Pindah agama Islam? Wow…..sorry! secuilpun tak ada minat, image Islam tidak menarik sama sekali! kalau benci… memandang rendah …. Ya!.Namun yang namanya hidayah, kalau Allah menghendaki maka tidak ada seorangpun yang mampu menolaknya meskipun semula ia sangat membencinya. Saya meragukan kesempurnaan Bible, pikir saya “Kalau buku sudah benar dan sempurna tidak usah direvisi, kalau kitab Injil sudah sempurna mengapa Allah masih menurunkan Al-Qur’an ?” Itulah yang mengusik logika saya dan meluluhkan ke-Kristen-an saya.Saya mulai meragukan Kristen, NATAL! Perayaan paling meriah dan ibadah paling sakral di dalam Kristen dan dirayakan setiap 25 Desember., tetapi tidak satupun ayat alkitab yang membahasnya atau minimal menyinggungnya, bahkan terbukti perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah perayaan yang merayakan kelahiran berhala-berhala pra Kristen, yaitu dewa Mithra yang dianggap putra tuhan dan cahaya dunia (dewa matahari), Osiris, Adonis, Dionysus, Khrisna. Jadi jelas bahwa perayaan Natal itu mengadopsi dan melestarikan perayaan tuhan-tuhan para penyembah berhala. Bahkan hari suci mingguan Kristen yang semula menghormati hari Sabat Yahudi yaitu hari Sabtu, oleh Kaisar Konstantin digeser dan disesuaikan dengan hari suci mingguan para penyembah berhala yang memuliakan dewa matahari yaitu Hari Matahari (SUN DAY) / hari Minggu.Saya juga mulai meragukan isi Alkitab sendiri, misalnya :Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun. Imamat 10:9 Dalam ayat tersebut Allah melarang minum anggur dan mabuk tetapi kenapa dalam Injil karangan Yohanes 2:7-10 dikisahkan Mukjizat Yesus malah mengubah enam drum air menjadi anggur yang memabukkan ? Kenapa kisah porno dan cabul bertebaran di ‘Kitab Suci Bible’ misalnya di dalam kitab Kitab Kidung Agung misalnya :Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur KA 1:2Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu Seperti dua anak rusa buah dadamu,Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumputDi tengah-tengah bunga bakung. KA 4:3,5Pusarmu seperti cawan yang bulat,Yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.Seperti dua anak rusa buah dadamu,Seperti anak kembar kijang. KA 7:2-3Sosok tubuhmu seumpama pohon korma danBuah dadamu gugusannya.7 Aku ingin memanjat pohon korma itu dan Memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur danNafas hidungmu seperti buah apel KA 7:7-8Kenapa Allah Yang Maha Esa diakui terdiri dari 3 unsur tuhan tetapi dipaksakan dikatakan satu (trinitas/- tritunggal)? Seabreg kemusykilan dan seabreg masalah yang jauh dari akal sehat dan tidak selaras dengan nalar.Saya jadi malas pergi ke gereja dan enggan membuka injil karena ada revisinya yaitu Al-Qur’an dan ketika teman meminjami buku berjudul ‘Akhlahk Islam’ masya Allah saya begitu ta’jub karena hal yang kecil diperhatikan dan ada tuntunan didalam Islam. Misal sehabis bersenggama wajib mandi besar, yang lewat lebih dulu memberi salam, istri pergi tidak cukup minta ijin tetapi suaminya harus ridho. Tentu hal yang besar lebih diperhatikan lagi! Setelah bertahun-tahun dalam kebimbangan, perenungan dan pergulatan batin serta berdoa memohon petunjuk kebenaran kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka saya memutuskan memeluk agama Islam pada Februari 1999. Beberapa bulan berikutnya saya menikah untuk kedua kalinya dan yang mengantarkan saya pada Islam. Tetapi teman-teman saya yang mayoritas Islam tidak berusaha mendakwahi saya, entah karena tidak PD atau tidak paham bahwa Islam itu agama luar biasa, sempurna!. Tetapi justru saya yang getol menyampaikan Kristen kepada mereka.Setelah keislaman saya, beberapa ujian datang dari teman-teman/tetangga yang Kristen atau orang Islam yang mencurigai ke-Islam-an saya, usaha saya bangkrut ditipu kyai yang berkedok membimbing saya, saya sempat terperosok ke dalam aliran Islam sesat, suami saya yang staf manajer mengundurkan diri karena diskriminatif. Ketika semangat Islam saya baru bersemi suami meninggal dan saya sakit keras dan sedihnya uang di dompet tinggal Rp.10.000,-. Seminggu kemudian Ibu saya mengultimatum saya bila memilih Islam biaya hidup mulai kecil dianggap sebagai hutang. Saat ini saya bergabung di Forum Arimatea Solo dan turut berdakwah bahayanya kristenisasi dan membentengi umat Islam dari bahaya pemurtadan. Untuk ini saya sudah 6 kali menerima ancaman, baik akan dilaporkan di kelurahan, kepolisian dan akan dibunuh, tetapi saya tidak gentar karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji telah menjanjikan “Barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya” Dan siapapun tidak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki.Inilah sekelumit perkenalan saya dan liku-liku hidup saya dalam menerima dan mempertahankan hidayah Al-Islam (al-islahonline)

Assalamu'alaikum wr wb
Email ini dikirim dari situs Swaramuslim.net, tidak ada maksud lain tuk psting di blog ini hanya semata-mata tuk menyebarkan dakwah islamiyah n dapat dijadikan renungan bagi kita semua, thanks moga keimanan yang ada dalam hati kita ini dapat dipertahankan sampai akhir hayat kita


Untuk melihat isi silahkan click berikut ini :
http://swaramuslim.net/hikayat/

Pada Idi" Cappo"....

“AYAT KURSY”


ALLOHU LAA ILLAHA ‘ILLA HUWAL HAY-YUL QOY-YUM – LAATA’ CHUDZUHUU SINATUW WALAA NAUM – LAHUU MAA FIS SAMAAWATI WAMAA FIL ARDH – MAN DZAL-LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI-IDZNIH – YA’ LAMU MAA BAINA AIDIHIIM WAMAA CHOLFAHUM – WALLA YUHIITHUUNA BISYAI-IM MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAASYAA – WASI-A KURSIY-YUHUS SAMAAWAATI WAL ARDH – WALAA YA-UUDUHUU HIFZHUHUUMAA WA HUWAL ALII-YUL ‘AZHIIM.

AL QUR’AN HARI INI KATA “BIDADARI”

BIDADARI

TERDIRI ATAS 6 SURAH, 10 AYAT DAN 18 KATA

37:48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

38:52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

44:54. demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

52:20. mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

55:56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.

55:58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

55:70. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

55:72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.

56:22. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,

56:35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,

Kirim info, kareba n Agi-agi tu mai.....

irsalmahmud@yahoo.com

facebook : irsalmahmud

ditunggu ya..beritanya