Hei...Aga Kareba Cika..Cappo..Cikaliku"

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

Kalau singgahq'' disini tulis2q sedikit di Ma'' Bici-Bici di'' supaya saya tau bahwa anda pernah masuk disini
terima kasih atas kunjungan ta''...!!!

Apakah Anda Percaya ????????

Ide tulisan singkat ini, dimulai ketika saya membutuhkan kumpulan ide, pikiran, impian, lamunan, analisa dan renungan saya secara pribadi dan independen.

Saya yakin...
Sebuah IMPIAN mampu MEMBERI SEMANGAT
Sebuah IDE mampu MENGUBAH DUNIA
Sebuah LANGKAH mampu MENGELILINGI DUNIA
Sebuah TULISAN mampu MENGUKIR SEJARAH

Saya percaya, anda yang sedang membaca tulisan ini adalah bagian dari hidup saya secara pribadi, karena tidak ada yang kebetulan...anda ditarik oleh sebuah hokum alam...yang secara alami tidak anda sadari...Saya percaya, bahwa ALLAH berkomunikasi melalui perantaraan manusia dan melalui keadaan di sekitar kita...Saya yakin, jika anda tersenyum pada saat ini juga, maka anda akan dapat menikmati hari ini dengan hati yang lebih baik dan lebih positif dan saya percaya saat ini anda akan mencoba tersenyum bukan ???
Untuk itu, jika ada manfaat yang didapatkan itulah tujuannya namun jika masih ada salah dan khilaf, sebelumnya saya secara pribadi memohon maaf.
Sekali lagi terima kasih...Sobatku...anda begitu berharga...anda adalah orang yang luar biasa dan sebuah hasil maha karya dari ALLAH "The Creator".

Marilah kita bersama-sama berusaha, bermitra dan saling dukung serta saling mengembangkan diri untuk mewujudkan impian dan harapan kita menjadi kenyataan.

selamat membaca n'' terima kasih atas kunjungannya.
Tampilkan postingan dengan label MAGISTER ADMINISTRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAGISTER ADMINISTRASI. Tampilkan semua postingan

24 September, 2008

MAKALAH PPs

FILSAFAT ILMU SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN PENGETAHUAN ALAM
OLEH IRSAL MAHMUD
PPs STIA PUANGRIMAGGALATUNG SENGKANG
KABUPATEN WAJO

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ditinjau dari segi historis, hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dikemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya kecenderungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens, 1987, Nuchelmans, 1982).Lebih lanjut Nuchelmans (1982), mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat

. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985), yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
Dalam perkembangan lebih lanjut menurut Koento Wibisono (1999), filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar bercabang secara subur. Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.Dengan demikian, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi.
Oleh karena itu tepatlah apa yang dikemukakan oleh Van Peursen (1985), bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.Terlepas dari berbagai macam pengelompokkan atau pembagian dalam ilmu pengetahuan, sejak F.Bacon (1561-1626) mengembangkan semboyannya “Knowledge Is Power”, kita dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan. Karena itu implikasi yang timbul menurut Koento Wibisono (1984), adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis.Untuk mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, dibutuhkan suatu bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. Oleh karena itu, maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. Hal ini senada dengan pendapat Immanuel kant (dalam kunto Wibisono dkk., 1997) yang menyatakan bahwa filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat. Oleh sebab itu Francis bacon (dalam The Liang Gie, 1999) menyebut filsafat sebagai ibu agung dari ilmu-ilmu (the great mother of the sciences).Lebih lanjut Koento Wibisono dkk. (1997) menyatakan, karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat pengetahuan.
Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi, epistemologi dan aksiologi. Hal ini didukung oleh Israel Scheffler (dalam The Liang Gie, 1999), yang berpendapat bahwa filsafat ilmu mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana ditunjukkan oleh ilmu.Interaksi antara ilmu dan filsafat mengandung arti bahwa filsafat dewasa ini tidak dapat berkembang dengan baik jika terpisah dari ilmu. Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari filsafat.
Dengan mengutip ungkapan dari Michael Whiteman (dalam Koento Wibisono dkk.1997), bahwa ilmu kealaman persoalannya dianggap bersifat ilmiah karena terlibat dengan persoalan-persoalan filsafati sehingga memisahkan satu dari yang lain tidak mungkin. Sebaliknya, banyak persoalan filsafati sekarang sangat memerlukan landasan pengetahuan ilmiah supaya argumentasinya tidak salah.Berdasarkan beberapa pendapat di atas serta dikaitkan dengan permasalahan yang penulis akan jelajahi, maka penulisan makalah ini akan difokuskan pada pembahasan tentang: “Filsafat Ilmu Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan ”,.
B. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah dapat memberikan gambaran singkat tentang filsafat ilmu sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kegunaan penyusunan makalah ini adalah menjadi bahan informasi dan terlebih lagi penulis sangat bersyukur kepada ALLAH SWT dan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada siapa saja menjadikan referensi untuk penyusunan makalah di masa yang akan datang
C. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah apakah filsafat ilmu tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu khususnya ilmu pengetahuan alam.

II. PENGERTIAN FILSAFAT
Perkataan Inggris philosophy yang berarti filsafat berasal dari kata Yunani “philosophia” yang lazim diterjemahkan sebagai cinta kearifan. Akar katanya ialah philos (philia, cinta) dan sophia (kearifan). Menurut pengertiannya yang semula dari zaman Yunani Kuno itu filsafat berarti cinta kearifan. Namun, cakupan pengertian sophia yang semula itu ternyata luas sekali. Dahulu sophia tidak hanya berarti kearifan saja, melainkan meliputi pula kebenaran pertama, pengetahuan luas, kebajikan intelektual, pertimbangan sehat sampai kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikkan dalam memutuskan soal-soal praktis (The Liang Gie, 1999).Banyak pengertian-pengertian atau definisi-definisi tentang filsafat yang telah dikemukakan oleh para filsuf. Menurut Merriam-Webster (dalam Soeparmo, 1984), secara harafiah filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Maksud sebenarnya adalah pengetahuan tentang kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidah-kaidah realitas serta hakekat manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika, etika, estetika dan teori pengetahuan.Kalau menurut tradisi filsafati dari zaman Yunani Kuno, orang yang pertama memakai istilah philosophia dan philosophos ialah Pytagoras (592-497 S.M.), yakni seorang ahli matematika yang kini lebih terkenal dengan dalilnya dalam geometri yang menetapkan a2 + b2 = c2. Pytagoras menganggap dirinya “philosophos” (pencinta kearifan). Baginya kearifan yang sesungguhnya hanyalah dimiliki semata-mata oleh Tuhan. Selanjutnya, orang yang oleh para penulis sejarah filsafat diakui sebagai Bapak Filsafat ialah Thales (640-546 S.M.). Ia merupakan seorang Filsuf yang mendirikan aliran filsafat alam semesta atau kosmos dalam perkataan Yunani. Menurut aliran filsafat kosmos, filsafat adalah suatu penelaahan terhadap alam semesta untuk mengetahui asal mulanya, unsur-unsurnya dan kaidah-kaidahnya (The Liang Gie, 1999).Menurut sejarah kelahiran istilahnya, filsafat terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh Socrates. Yaitu sikap seorang yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk terus menerus maju dan mencari kepuasan pikiran, tidak merasa dirinya ahli, tidak menyerah kepada kemalasan, terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan kebenaran (Soeparmo, 1984).Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa heran. Pada tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena persoalan manusia makin kompleks, maka tidak semuanya dapat dijawab oleh filsafat secara memuaskan. Jawaban yang diperoleh menurut Koento Wibisono dkk. (1997), dengan melakukan refleksi yaitu berpikir tentang pikirannya sendiri. Dengan demikian, tidak semua persoalan itu harus persoalan filsafat.


III. FILSAFAT ILMU
Pengertian-pengertian tentang filsafat ilmu, telah banyak dijumpai dalam berbagai buku maupun karangan ilmiah lainnya. Menurut The Liang Gie (1999), filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.Sehubungan dengan pendapat tersebut serta sebagaimana pula yang telah digambarkan pada bagian pendahuluan dari tulisan ini bahwa filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.Dalam perkembangannya filsafat ilmu mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan manusia (Koento Wibisono dkk., 1997).Oleh karena itu, diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang-bidang kajian lain seperti ilmu-ilmu kealaman. Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Menurut Koento Wibisono (1984), filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya, sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.Lebih lanjut Koento Wibisono (1984), mengemukakan bahwa hakekat ilmu menyangkut masalah keyakinan ontologik, yaitu suatu keyakinan yang harus dipilih oleh sang ilmuwan dalam menjawab pertanyaan tentang apakah “ada” (being, sein, het zijn) itu. Inilah awal-mula sehingga seseorang akan memilih pandangan yang idealistis-spiritualistis, materialistis, agnostisistis dan lain sebagainya, yang implikasinya akan sangat menentukan dalam pemilihan epistemologi, yaitu cara-cara, paradigma yang akan diambil dalam upaya menuju sasaran yang hendak dijangkaunya, serta pemilihan aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan dalam seseorang mengembangkan ilmu.Dengan memahami hakekat ilmu itu, menurut Poespoprodjo (dalam Koento Wibisono, 1984), dapatlah dipahami bahwa perspektif-perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan pengembangannya, keterjalinannya antar ilmu, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan lain sebagainya, yang vital bagi penggarapan ilmu itu sendiri. Lebih dari itu, dikatakan bahwa dengan filsafat ilmu, kita akan didorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, prasuposisi ilmunya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiah dalam konteks dengan realitas in conreto sedemikian rupa sehingga seorang ilmuwan dapat terhindar dari kecongkakan serta kerabunan intelektualnya.

IV. FILSAFAT ILMU SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN PENGETAHUAN ALAM
Frank (dalam Soeparmo, 1984), dengan mengambil sebuah rantai sebagai perbandingan, menjelaskan bahwa fungsi filsafat ilmu pengetahuan alam adalah mengembangkan pengertian tentang strategi dan taktik ilmu pengetahuan alam. Rantai tersebut sebelum tahun 1600, menghubungkan filsafat disatu pangkal dan ilmu pengetahuan alam di ujung lain secara berkesinambungan. Sesudah tahun 1600, rantai itu putus. Ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dari filsafat. Ilmu pengetahuan alam menempuh jalan praktis dalam menurunkan hukum-hukumnya. Menurut Frank, fungsi filsafat ilmu pengetahuan alam adalah menjembatani putusnya rantai tersebut dan menunjukkan bagaimana seseorang beranjak dari pandangan common sense (pra-pengetahuan) ke prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam. Filsafat ilmu pengetahuan alam bertanggung jawab untuk membentuk kesatuan pandangan dunia yang di dalamnya ilmu pengetahuan alam, filsafat dan kemanusian mempunyai hubungan erat.Sastrapratedja (1997), mengemukakan bahwa ilmu-ilmu alam secara fundamental dan struktural diarahkan pada produksi pengetahuan teknis dan yang dapat digunakan. Ilmu pengetahuan alam merupakan bentuk refleksif (relefxion form) dari proses belajar yang ada dalam struktur tindakan instrumentasi, yaitu tindakan yang ditujukan untuk mengendalikan kondisi eksternal manusia. Ilmu pengetahuan alam terkait dengan kepentingan dalam meramal (memprediksi) dan mengendalikan proses alam. Positivisme menyamakan rasionalitas dengan rasionalitas teknis dan ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan alam.Menurut Van Melsen (1985), ciri khas pertama yang menandai ilmu alam ialah bahwa ilmu itu melukiskan kenyataan menurut aspek-aspek yang mengizinkan registrasi inderawi yang langsung. Hal kedua yang penting mengenai registrasi ini adalah bahwa dalam keadaan ilmu alam sekarang ini registrasi itu tidak menyangkut pengamatan terhadap benda-benda dan gejala-gejala alamiah, sebagaimana spontan disajikan kepada kita. Yang diregistrasi dalam eksperimen adalah cara benda-benda bereaksi atas “campur tangan” eksperimental kita. Eksperimentasi yang aktif itu memungkinkan suatu analisis jauh lebih teliti terhadap banyak faktor yang dalam pengamatan konkrit selalu terdapat bersama-sama. Tanpa pengamatan eksperimental kita tidak akan tahu menahu tentang elektron-elektron dan bagian-bagian elementer lainnya.Ilmu pengetahuan alam mulai berdiri sendiri sejak abad ke 17. Kemudian pada tahun 1853, Auguste Comte mengadakan penggolongan ilmu pengetahuan. Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Auguste Comte (dalam Koento Wibisono, 1996), sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu. Dengan mempelajari gejala-gejala yang paling sederhana dan paling umum secara lebih tenang dan rasional, kita akan memperoleh landasan baru bagi ilmu-ilmu pengetahuan yang saling berkaitan untuk dapat berkembang secara lebih cepat. Dalam penggolongan ilmu pengetahuan tersebut, dimulai dari Matematika, Astronomi, Fisika, Ilmu Kimia, Biologi dan Sosilogi. Ilmu Kimia diurutkan dalam urutan keempat.Penggolongan tersebut didasarkan pada urutan tata jenjang, asas ketergantungan dan ukuran kesederhanaan. Dalam urutan itu, setiap ilmu yang terdahulu adalah lebih tua sejarahnya, secara logis lebih sederhana dan lebih luas penerapannya daripada setiap ilmu yang dibelakangnya (The Liang Gie, 1999).Pada pengelompokkan tersebut, meskipun tidak dijelaskan induk dari setiap ilmu tetapi dalam kenyataannya sekarang bahwa fisika, kimia dan biologi adalah bagian dari kelompok ilmu pengetahuan alam.Ilmu kimia adalah suatu ilmu yang mempelajari perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan materi. Menurut ensiklopedi ilmu (dalam The Liang Gie, 1999), ilmu kimia dapat digolongkan ke dalam beberapa sub-sub ilmu yakni: kimia an organik, kimia organik, kimia analitis, kimia fisik serta kimia nuklir.Selanjutnya Auguste Comte (dalam Koento Wibisono, 1996) memberi efinisi tentang ilmu kimia sebagai “… that it relates to the law of the phenomena of composition and decomposition, which result from the molecular and specific mutual action of different subtances, natural or artificial” ( arti harafiahnya kira-kira adalah ilmu yang berhubungan dengan hukum gejala komposisi dan dekomposisi dari zat-zat yang terjadi secara alami maupun sintetik). Untuk itu pendekatan yang dipergunakan dalam ilmu kimia tidak saja melalui pengamatan (observasi) dan percobaan (eksperimen), melainkan juga dengan perbandingan (komparasi).Jika melihat dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam, pada mulanya orang tetap mempertahankan penggunaan nama/istilah filsafat alam bagi ilmu pengetahuan alam. Hal ini dapat dilihat dari judul karya utama dari pelopor ahli kimia yaitu John Dalton: New Princiles of Chemical Philosophy.Berdasarkan hal tersebut maka sangatlah beralasan bahwa ilmu pengetahuan alam tidak terlepas dari hubungan dengan ilmu induknya yaitu filsafat. Untuk itu diharapkan uraian ini dapat memberikan dasar bagi para ilmuan IPA dalam merenungkan kembali sejarah perkembangan ilmu alam dan dalam pengembangan ilmu IPA selanjutnya.



V. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, maka disimpulkan bahwa filsafat ilmu sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu khususnya ilmu pengetahuan alam karena kenyataanya, filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan alam.

DAFTAR PUSTAKA
Koento Wibisono S. dkk., 1997., “Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan”, Intan Pariwara, Klaten, p.6-7, 9, 16, 35, 79.
Koento Wibisono S., 1984., “Filsafat Ilmu Pengetahuan Dan Aktualitasnya Dalam Upaya Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-Citakan”, Fakultas Pasca Sarjana UGM Yogyakarta p.3, 14-16.
____________________., 1996., “Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte”, Cet.Ke-2, Gadjah Mada University Press Yogyakarta, p.8, 24-26, 40.
____________________., 1999., “Ilmu Pengetahuan Sebuah Sketsa Umum Mengenai Kelahiran Dan Perkembangannya Sebagai Pengantar Untuk Memahami Filsafat Ilmu”, Makalah, Ditjen Dikti Depdikbud – Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, p.1.
Nuchelmans, G., 1982., “Berfikir Secara Kefilsafatan: Bab X, Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam, Dialihbahasakan Oleh Soejono Soemargono”, Fakultas Filsafat – PPPT UGM Yogyakarta p.6-7.
Soeparmo, A.H., 1984., “Struktur Keilmuwan Dan Teori Ilmu Pengetahuan Alam”, Penerbit Airlangga University Press, Surabaya, p.2, 11.




20 Desember, 2007

PROTOKOL KYOTO VS PROTOKOL BALI

MENUNGGU KOMITMEN DARI BALI
Konfrensi PBB tentang perubahan iklim di sudah berakhir. Jika semuanya
berjalan lancer, konfrensi yang kini dimonitor langsung oleh Presiden SBY
itu diharapkan akan menghasilkan protocol baru yang merupakan revisi
protocol Kyoto sepuluh tahun yang lalu. Seperti telah banyak diberitakan,
Protokol Kyoto adalah semacam komitmen Negara-negara industry untuk antara
lain mengurangi emisi dari gas rumah kaca (GRK) hingga 5,2 %. Dalam
istilah lingkungan emisi rumah kaca adalah dampak dari produksi karbon
dioksida CO2 yang bersumber dari limbah industry dan penebangan hutan
tropis yang tanpa kendali. Sebagai pemilik hutan trios terbesar kedua di
dunia setelah brasil Indonesia menerima tuduhan bahwa deforestasi
(penggundulan hutan) di Indonesia merupakan penyumbang terbesar kedua
setelah emisi gas industry.
Seperti kita ketahui Protokol Kyoto adalah komitmen mulia untuk mengurangi
panas bumu yang meningkat dari tahun ke tahun. Tertapi ternyata komitmen
itu tidak diratifikasi oleh Negara industry seperti Amerika Serikat.
Sudah sepuluh tahun dokumen itu diterbitkan tetapi Amerika Serikat tetap
saja tidak mau membubuhkan ratifikasinya.


--

---------------------------------------------------
This email was sent using SCTVNews Webmail.
"get your free email" http://www.sctvnews.com/

16 Desember, 2007

PEMANASAN GLOBAL



PERANAN HUTAN DALAM PEMANASAN GLOBAL
OLEH : IRSAL MAHMUD, S.HUT.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya hutan adalah kekayaan alam sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dapat memberikan manfaat serba guna bagi kehidupan mahluk di bumi ini sepanjang masa. Peranan sumber daya alam hutan terhadap manusia baik secara ekologis, ekonomi dan sosial dibutuhkan terus menerus.
Menurut Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominansi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Hutan merupakan penyanggah ekosistem di muka bumi ini, hal ini sangat erat kaitannya dengan Pemanasan global yang sedang menjadi isu sentral di wacana lingkungan dunia. Kurangnya hutan menyebabkan peningkatan suhu permukaan beberapa derajat per tahun sebagai dampak naiknya permukaan air laut beberapa centimeter. Kenaikan ini dipicu oleh mencairnya es di kutub utara dan selatan, yang diakibatkan oleh pemanasan global.
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi (Wikipedia Indonesia, 2007). Pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim yang signifikan, seperti yang terjadi di negara kita Republik Indonesia, efek dari pemanasan ini telah menyebakan perubahan iklim yang ekstrim. Di beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang dan longsor, munculnya angin puting beliung, bahkan kekeringan yang mengancam jiwa manusia. Keseluruhan ini sebagai akibat berkurangnya hutan.
Kondisi iklim dan cuaca tidak terlepas dari peranan hutan yang merupakan faktor penentu utama bagi pertumbuhan dan produktifitas tanaman pangan.
Makalah ini akan membahas peranan hutan dalam pengendalian pemanasan global atau perubahan iklim
B. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah
1. Sebagai bahan dalam sosialisasi pengendalian pemanasan global.
2. Untuk memberikan gambaran kepada peserta tentang peranan hutan dalam pengendalian pemanasan global.



II. PERANAN HUTAN DALAM PENGENDALIAN PEMANASAN GLOBAL

Tumbuhan, air, sungai, langit, manusia dan mahluk lainnya berada dalam satu kesatuan yang merupakan mata rantai kehidupan yang tak terpisahkan sebagai gambaran suatu ekosistem. Apabila salah satunya rusak ataupun musnah akan mengakibatkan terganggunya keberlangsungan ekosistem yang telah diciptakannya.
Kawasan hutan merupakan areal yang mempunyai manfaat langsung bagi masyarakat, namun pada kenyataannya selama ini belum banyak dipahami kalangan awam sebagai sesuatu yang berarti. Mereka menilai kawasan hutan merupakan kawasan tutupan hutan yang hanya mempunyai makna ekonomi jika kayu yang ada didalamnya bisa dijual atau dimanfaatkan untuk bangunan.
Air yang terserap dari gunung menciptakan kesuburan tanah dan menjaga kecukupan air masyarakat yang keluar lewat mata air kemudian dialirkan melalui sungai2 dan air tersebut dimanfaatkan untuk lahan pertanian masyarakat sekitar.
Memang sangat berorientasi pada kepentingan manusia yang ada disekitar kawasan hutan, namun jika dihubungkan secara global, ekosistem hutan lebih dari itu. Hutan telah berjasa dalam keseimbangan iklim, mengurangi polusi, mereduksi, menyerap CO2 dan mengurangi pemanasan global
Beberapa tahun terakhir ini penjarahan hutan atau penebangan liar di kawasan hutan makin marak terjadi dimana-mana seakan-akan tidak terkendali. Ancaman kerusakan hutan ini jelas akan menimbulkan dampak negatif yang luar biasa besarnya karena adanya efek elnino dari hilangnya hutan, terutama pada kawasan-kawasan yang mempunyai fungsi ekologis dan biodiversiti besar. Badan Planologi Departemen Kehutanan melalui citra satelit menunjukkan luas lahan yang masih berhutan atau yang masih ditutupi pepohonan di Pulau Jawa tahun 1999/2000 hanya tinggal empat persen saja. Kawasan ini sebagian besar merupakan wilayah tangkapan air pada daerah aliran sungai (DAS). Akibat dari kejadian ini hilangnya suatu kawasan hutan yang tadinya dapat mendukung kehidupan manusia dalam berbagai aspek. seperti kebutuhan air, oksigen (O2), kenyamanan (iklim mikro), keindahan (wisata), penghasil kayu, rotan, dammar, penyerapan karbon, pangan dan obat-obatan, sekarang ini sudah sulit di dapatkan lagi.
Pada kesempatan ini pembahasan peranan hutan difokuskan pada penyerapan CO2 dan penghasil O2. Proses untuk menyerap CO2 dan menghasilkan O2 oleh pohon disebut proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, termasuk alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya matahari.

III. PEMANASAN GLOBAL

Akibat dari berkurangnya kawasan yang berhutan di muka bumi ini mengakibatkan terjadinya pemanasan global karena kurangnya penyerap CO2 dan penghasil O2. Terjadinya pemanasan global yang terlampau ekstrim ini adalah akibat pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara, minyak bumi dan gas alam yang berlebihan. Pembakaran tersebut melepaskan gas-gas lain yang disebut dengan gas rumah kaca (GRK). GRK ini menimbulkan dampak yang disebut dengan Efek Rumah Kaca yakni makin tingginya suhu bumi akibat pemanasan global. Pola iklim akan berubah akibat dari kenaikan suhu, melelehnya es abadi dan perubahan arus laut.
Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses yang pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah Kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itu lah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari Efek Rumah Kaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim

IV. PENGENDALIAN PEMANASAN GLOBAL

Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.
Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.
Menghilangkan karbon
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.
Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.
Persetujuan internasional Protokol Kyoto
Reaksi dunia dengan adanya pemanasan global ini mengakibatkan timbulnya Kerjasama internasional untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.
Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, Amerika Serikat mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; Uni Eropa, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar negara berkembang, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.
Akan tetapi, pada tahun 2001, Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, George W. Bush mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbondioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbondioksida ini. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden Rusia Vladimir Putin meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai 16 Februari 2005.
Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di Amerika Serikat terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.
Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbondioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, Belanda, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbondioksida.
Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut perdagangan karbon. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.
Bangsa Indonesia juga telah melakukan aksi nyata dalam menyikapi pemanasan global ini, ini dibuktikan dengan adanya kegiatan melakukan penanaman melalui program Kampanye Indonesia Menanam, Kecil Menanam Dewasa Memanen, Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Aksi Penanaman Serentak, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon. Dilanjutkan dengan adanya pertemuan internasional di Provinsi Bali yaitu Conference Of Parties (COP) 13 United Nation Framework Convention On Climate Change (UNFCCC) pada tanggal 3 s/d 14 Desember 2007 yang dihadiri oleh 103 negara dengan 9000 peserta.

V. KESIMPULAN
Keberadaan hutan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang besar memiliki arti dan peran penting dalam menyangga sistem kehidupan. Berbagai manfaat besar dapat diperoleh dari keberadaan hutan melalui fungsinya baik sebagai penyedia sumberdaya air bagi manusia dan lingkungan, kemampuan penyerapan karbon, pemasok oksigen di udara, penyedia jasa wisata dan mengatur iklim global.

Dalam pengelolaan hutan, sudah saatnya didorong untuk mempertimbangkan manfaat, fungsi dan untung-rugi apabila akan dilakukan kegiatan eksploitasi hutan. Berapa banyak nilai dari fungsi yang hilang akibat kegiatan penebangan hutan pada kawasan-kawasan yang memiliki nilai strategis seperti pada kawasan hutan di daerah hulu DAS, sehingga pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat dijadikan sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan hutan di Indonesia.







DAFTAR PUSTAKA
Koento Wibisono S. dkk., 1997., “Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan”, Intan Pariwara, Klaten, p.6-7, 9, 16, 35, 79.
Koento Wibisono S., 1984., “Filsafat Ilmu Pengetahuan Dan Aktualitasnya Dalam Upaya Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-Citakan”, Fakultas Pasca Sarjana UGM Yogyakarta p.3, 14-16.
____________________., 1996., “Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte”, Cet.Ke-2, Gadjah Mada University Press Yogyakarta, p.8, 24-26, 40.
____________________., 1999., “Ilmu Pengetahuan Sebuah Sketsa Umum Mengenai Kelahiran Dan Perkembangannya Sebagai Pengantar Untuk Memahami Filsafat Ilmu”, Makalah, Ditjen Dikti Depdikbud – Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, p.1.
Nuchelmans, G., 1982., “Berfikir Secara Kefilsafatan: Bab X, Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam, Dialihbahasakan Oleh Soejono Soemargono”, Fakultas Filsafat – PPPT UGM Yogyakarta p.6-7.
Soeparmo, A.H., 1984., “Struktur Keilmuwan Dan Teori Ilmu Pengetahuan Alam”, Penerbit Airlangga University Press, Surabaya, p.2, 11.



APS & PPP DAN GPTPP KABUPATEN WAJO



LAPORAN PENYELENGGARAAN APS & PPP DAN GPTPP
OLEH : IRSAL MAHMUD, S.HUT.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemanasan global saat ini sedang menjadi isu sentral di wacana lingkungan dunia. Peningkatan suhu permukaan beberapa derajat per tahun diperkirakan sebagai dampak naiknya permukaan air laut beberapa centimeter. Kenaikan ini dipicu oleh mencairnya es di kutub utara dan selatan, yang diakibatkan pemasanan yang kita kenal dengan efek rumah kaca. Dan diperkirakan beberapa tahun mendatang sebahagian belahan dunia akan tenggelam.
Pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim yang significant, seperti yang terjadi di negara kita Republik Indonesia, efek dari pemanasan ini telah menyebakan perubahan iklim yang ekstrim. Di beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang dan longsor, munculnya angin puting beliung, bahkan kekeringan yang mengancam jiwa manusia.
Salah satu penyebab munculnya pemanasan adalah penebangan pohon. Akibat dari penebangan pohon, terjadi banjir, tanah longsor, banjir di daerah-daerah bawah dan berkurangnya habitat-habitat tanaman tertentu.
Berkaitan dengan hal tersebut, dewasa ini di belahan dunia tropis sedang digalakkan penanaman pohon. Termasuk Indonesia saat ini sedang digalakkan gerakan menanam yang dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui Aksi Penanaman Serentak dan Pekan Pemeliharaan Pohon. Selain itu, kaum perempuan Indonesia melalui pernyataan Ibu Negara Republik Indonesia, Ibu Ani Susilo Bambang Yudoyono juga telah telah bertekad melaksanakan penananam melalui Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP). Kegiatan ini merupakan kepedulian kaum perempuan Indonesia terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global untuk menyelamatkan lingkungan.



Pelaksanaan Aksi Penanaman Serentak dan Pekan Pemeliharan Pohon (APS PPP) serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP) untuk menyongsong pertemuan internasional tentang perubahan iklim global yang menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2007 mendatang di Pulau Bali.
Kabupaten Wajo sejak tanggal 20 s/d 27 November 2007 telah mendistribusikan bibit pohon sebanyak 12.100 batang yang terdiri dari APS PPP 10.900 batang dan GPTPP 1200 batang. Kaum perempuan yang tergabung dalam beberapa organisasi melakukan penanaman massal tanggal 24 November 2007 dibawah pimpinan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo dan sebagian besar perempun wajo akan menanam di pekarangan rumah masing-masing dan tempat-tempat lainnya pada tanggal 1 Desember 2007 bersamaan dengan pencanangan GPTPP oleh ibu Negara, Ibu Ani Bambang Yudhoyono
B. Maksud dan Tujuan
Maksud dilaksanakannya Aksi Penanaman Serentak Seluruh Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon ini adalah dalam rangka meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan budaya pemeliharaan pohon yang berkelanjutan dalam mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih
Tujuan Aksi Penanaman Serentak Indonesia adalah :
1. Mengurangi dampak pemansa global
2. Meningkatkan absorbs gas CO2, SO2 dan Polutan Lainnya
3. Mencegah banjir, kekeringan, dan tanah longsor
4. Meningkatkan upaya konservasi sumberdaya genetik tanaman hutan
Begitu juga maksud dilaksanakannya Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon adalah Gerakan perempuan menanam dan memelihara pohon merupakan gerakan aksi nyata kaum perempuan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global
Kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon bertujuan untuk Meningkatkan Kepedulian dan Partisipasi Kaum Perempuan dalam Menanam dan Memelihara Pohon Untuk Menyelamatkan Lingkungan









II. Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

A. Dasar Pelaksanaan
1. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.337/Menhut-II/2007, Tanggal 25 September 2007 Tentang Panduan Kegiatan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pelihara Pohon, Menyongsong Pertemuan Internasional Tentang Perubahan Iklim Global.
2. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 522.4/2731/SJ tanggal 12 November 2007 tentang Penanaman 10 Juta Pohon dalam rangka Tindak Lanjut Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim dan Pemanasan Glonal oleh 7 Organisasi Perempuan.
3. Hasil rapat tanggal 31 Oktober 2007 bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan

B. Administrasi
1. Kepanitiaan
Panitia tetap yang telah dibentuk sesuai Surat Keputusan Bupati Wajo Nomor 442/KPTS/XI/2007 tanggal 27 November 2007 perihal Pembentukan Panitia Pelaksana Punca Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon.
C. Sasaran
Sasaran lokasi untuk kegiatan ini adalah Kompleks Rumah Adat Attakkae di Kelurahan Attakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo,seluas 10 ha yang terdiri dari kebun PKK, pekarangan rumah adat dinas, badan kantor dan kecamatan.

Pemilihan lokasi di Kabupaten Wajo untuk kegiatan GPTPP sebagai berikut :
a. Penanaman
 Kompleks Ruah adat Attakkae
 Rumah Ketua PKK Kecamatan/Kelurahan/Desa
 Halaman kantor Kecamatan
 Lahan Kebun PKK Kabupaten Wajo
b. Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk memiliki budaya memelihara tanaman. Kegiatan pemeliharaan tanaman pada pekan pemeliharaan pohon diarahkan pada hasil penanaman pohon yang pernah dilaksanakan terutama s/d umur 3 tahun pada areal publik seperti :
 Kompleks Rumah Adat Attakkae
 Kompleks Rumah Sakit
 Kebun Binaan PKK Kabupaten Wajo

D. Organisasi Perempuan yang terlibat
Organisasi perempuan yang terlibat dalam GPTPP di Kabupaten Wajo dibawah pimpinan langsung Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo yang terdiri dari :
1. TP PKK Kabupaten Wajo
2. TP PKK Kecamatan se Kab. Wajo
3. DWP se Kabupaten Wajo
4. Persit Kartika Chandra Kirana
5. Bhayangkari
6. Masyarakat Perempuan Peduli Lingkungan/LSM
7. Aisyah
8. Hawa As’adyah
9. Nahdatul Ulama
10. Al Hidayah
11. BKMT Wajo
E. Pelaksanaan Kegiatan
1. Persiapan
Persiapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi:
a. Pemantapan rencana kegiatan meliputi rapat koordinasi dan pengecekan lapangan
b. Mengadakan koordinasi dengan seluruh Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan tiap instansi, dengan koordinasi dengan Ketua PKK dari unsur Muspida
2. Distribusi Bibit
Bibit di drop langsung ke Kompleks Rumah adat Attakkae sebanyak 1200 batang, dimana untuk kegiatan penanaman pada hari itu sebanyak 300 batang dan masing-masing ibu membawa pulang sebanyak 3 batang untuk ditanam pada pekarangan rumah masing-masing.
3. Penanaman
Kegiatan penanaman untuk kegiatan ini dilaksanakan pada acara Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang dipusatkan di Kompleks Perumahan Attakkae Kelurahan Attakkae Kecamatan Tempe pada pukul 10.30 wita dan diikuti oleh seluruh peserta yang ada saat itu. Selanjutnya GPTPP dilanjutkan di tiap-tiap kecamatan dan instansi pemerintah.
Bibit yang dibawa pulang akan ditanam pada tanggal 1 Desember 2007 yang dipantau dan dibimbing oleh seluruh staf Dinas PKT Kabupaten Wajo
4. Pekan Pemeliharaan Bibit
Pekan Pemeliharaan Pohon dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 27 November 2007 disemua lokasi sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Wajo.
5. Acara Penanaman Massal Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

A. Pembukaan
Pembukaan kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo Hj. A. WEDA ASMIDIN. Pembukaan diawali dengan sambutan ketua panitia sekaligus sebagai laporan pelaksanaan penyelenggaraan dalam hal ini Kepala Dinas PKT Kabupaten Wajo yaitu Ir. H. DARWIN A. TJUKKE, MP.
B. Pelaksanaan Kegiatan
Penanaman Massal Kegiatan Penanaman pertama yang dimulai oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo dan diikuti oleh seluruh seluruh organisasi perempuan yang hadir
6. Dokumentasi dan Publikasi
Hasil kegiatan penanaman dan pemeliharaan yang telah selesai dilaksanakan di dokumentasikan oleh staf dari Dinas PKT Wajo dan beberapa dari rekan wartawan media massa
7. Pembinaan, Monitoring dan Pelaporan
Agar kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar maka pada kegiatan fisik penanaman dan pemeliharaan selalu diberikan bimbingan teknis dari Penyuluh Kehutanan dan Staf Dinas PKT Wajo. Pembinaan dan monitoring dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo dan didampingi oleh Ketua Darma Wanita Persatuan Dinas PKT Wajo

F. Pembiayaan
Biaya penyelenggaraan kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon ini dibebankan pada anggaran APBN-P dengan Sub Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat (1410) Kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun Anggaran 2007 Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran BA 69 TA. 2007 nomor : 0199.2/069.03/-/2007 tanggal 8 Februari 2007.

III. Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan
Pekan Pemeliharaan Pohon


A. Dasar Pelaksanaan
1. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.337/Menhut-II/2007, Tanggal 25 September 2007 Tentang Panduan Kegiatan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pelihara Pohon, Menyongsong Pertemuan Internasional Tentang Perubahan Iklim Global.
2. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 522.4/2731/SJ tanggal 12 November 2007 tentang Penanaman 10 Juta Pohon dalam rangka Tindak Lanjut Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim dan Pemanasan Glonal oleh 7 Organisasi Perempuan.
3. Hasil rapat tanggal 31 Oktober 2007 bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan
B. Sasaran
Sasaran lokasi untuk kegiatan ini adalah berada diluar kawasan hutan yang merupakan kawasan publik yang dikuasai Pemerintah, Kabupaten Wajo, instansi pemerintah serta lahan masyarakat di seluruh kecamatan di Kabupaten Wajo.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Wajo untuk kegiatan APS PPP sebagai berikut :
a. Penanaman
 Lokasi Pencanangan di Kecamatan Bola
 Perkantoran di Kecamatan/Kelurahan/Desa
 Lahan Masyarakat
 Perumahan BTN
 Turus Jalan dan Hutan Kota
 KODIM 1406 dan KORAMIL seKabupaten Wajo
 Kantor Bupati


b. Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk memiliki budaya memelihara tanaman. Kegiatan pemeliharaan tanaman pada pekan pemeliharaan pohon diarahkan pada hasil penanaman pohon yang pernah dilaksanakan terutama s/d umur 3 tahun pada areal publik seperti :
 perkantoran
 Hutan Kota dan Tanaman Turus Jalan
 Komplek Perumahan Attakkae
 Mesjid Raya, Mesjid Lailatul Qadar depan rumah jabatan bupati
 Kompleks Rumah Jabatan Bupati
C. Organisasi Pelaksana
Organisasi pelaksana di Kabupaten Wajo dibawah pimpinan langsung Bapak Bupati Wajo dengan Ketua Umum oleh Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wajo, dengan tetap berkoordinasi langsung dengan pihak TNI dan Kepolisisan.
D. Pelaksanaan Kegiatan
1. Persiapan
Persiapan pelaksanaan kegiatan ini meliputi:
a. Pemantapan rencana kegiatan meliputi rapat koordinasi dan pengecekan lapangan
b. Mengadakan koordinasi dengan Camat Bola selaku tuan rumah pelaksana kegiatan
2. Penyediaan Bibit
Jenis bibit dipilih sesuaikan dengan permintaan masyarakat yaitu jenis tanaman buah-buahan sedangkan untuk perkantoran/instansi,tempat ibadah jenis peneduh/perindang. Jumlah bibit yang harus disediakan di Kabupaten Wajo dalam rangka kegiatan ini, menurut rincian perhitungan APBN-P Dinas PKT Wajo adalah 10 ribu batang.
Rekapitulasi bibit yang bisa disiapkan oleh Dinas PKT Wajo dengan memperhatikan anggaran yang tersedia adalah sebagai berikut :
Rekapan Kebutuhan bibit untuk kegiatan APS PPP dan GPTPP di Kabupaten Wajo
NO JENIS BIBIT JUMLAH BIBIT HARGA BIBIT
1 Mangga 2.000 4600
2 Mahoni 3.000 2100
3 Gelodokan Tiang 1.000 6700
4 Gmelina 1.000 1500
5 Tanjung 1.000 3200
6 Angsana 1.000 1600
7 Kemiri 1.000 3600
8 Nangka 1.000 3400
9 Sukun 1.000 3500
10 Sawo Manila 100 7500
JUMLAH 12.100

Untuk APS PPP dibutuhkan bibit sebanyak 10.900 batang dan GPTPP sebanyak 1200 batang
3. Distribusi Bibit
Distribusi bibit dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah partisipasi dari pihak Pemerintah Kecamatan dan Masyarakat lainnya.
Distribusi bibit dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah partisipasi dari pihak Pemerintah Kecamatan dan Masyarakat lainnya. Setiap instansi atau perorangan mengisi formulir permintaan bibit yang telah disediakan seperti terlampir. Setelah itu Dinas PKT Wajo mendistribusikan bibit sesuai alamat yang tertera dalam formulir tersebut seperti rekapan penyaluran bibit dibawah ini :
NO NAMA INSTANSI/PERORANGAN JUMLAH BIBIT
1 KECAMATAN BOLA 800
2 KECAMATAN PAMMANA 450
3 KECAMATANSABBANGPARU 450
4 KECAMATAN TEMPE 450
5 KECAMATAN TANASITOLO 450
6 KECAMATAN MANIANPAJO 450
7 KECAMATAN MAJAULENG 450
8 KECAMATAN SAJOANGING 450
9 KECAMATAN PENRANG 450
10 KECAMATAN TAKKALALLA 450
11 KECAMATAN KEERA 450
12 KECAMATAN PITUMPANUA 450
13 KECAMATAN BELAWA 450
14 KECAMATAN GILIRENG 450
15 KODIM 1406 1000
16 POLRES WAJO 50
17 KEJAKSAAN NEGERI SENGKANG 50
18 PENGADILAN NEGERI SENGKANG 50
19 DINAS/KANTOR/BADAN 1000
20 GPTPP DI ATTAKKAE 1000
21 MASYARAKAT 2300
JUMLAH 12.100

4. Penanaman
Kegiatan penanaman untuk kegiatan ini dilaksanakan pada acara Aksi Penanaman Serentak yang dipusatkan di Kecamatan Bola pada pukul 10.30 wita dan diikuti oleh seluruh peserta yang ada saat itu. Selanjutnya aksi penanaman serentak dilanjutkan di tiap-tiap kecamatan dan instansi pemerintah.
Bibit yang telah dibagikan akan ditanam pada tanggal 1 Desember 2007 yang dipantau dan dibimbing oleh seluruh staf Dinas PKT Kabupaten Wajo.
5. Pekan Pemeliharaan Pohon
Pekan Pemeliharaan Pohon dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 27 November 2007 di semua lokasi sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Wajo.
6. Acara Pencanangan Penanaman Serentak
Kabupaten Wajo, untuk Aksi Penanaman secara serentak akan dicanankan oleh Bupati Wajo Bapak H. A. Asmidin di Kecamatan Bola pada tanggal 28 November 2007 jam 09.30 wita yang dihadiri seluruh unsur Muspida, DPRD, Sekertaris Daerah dan Para Asisten, seluruh Pimpinan Unit Kerja, Para Camat/Lurah/Kepala Desa seKabupaten Wajo,LSM, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Desa Solo sebagai tuan rumah acara tersebut.
7. Dokumentasi dan Publikasi
Hasil kegiatan penanaman dan pemeliharaan yang telah selesai dilaksanakan didokumentasikan oleh staf dari Dinas PKT Wajo dan beberapa dari rekan wartawan media massa
8. Pembinaan, Monitoring dan Pelaporan
Agar kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar maka pada kegiatan fisik penanaman dan pemeliharaan selalu diberikan bimbingan teknis dari Penyuluh Kehutanan dan Staf Dinas PKT Wajo. Pembinaan dan monitoring dipimpin langsung oleh Bupati Wajo dan didampingi oleh Kepala Dinas PKT Wajo

E. Pembiayaan
Biaya penyelenggaraan kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon ini dibebankan pada anggaran APBN-P dengan Sub Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat (1410) Kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun Anggaran 2007 Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran BA 69 TA. 2007 nomor : 0199.2/069.03/-/2007 tanggal 8 Februari 2007.


IV. PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Respon masyarakat perempuan di Kabupaten Wajo sangat tinggi hal ini dibuktikan dengan tingginya permintaan bibit. Tentunya mereka akan menanam dilingkungannya masing-masing dengan itu mereka secara tidak langsung juga membuktikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian kaum perempuan di Kabupaten Wajo terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global untuk menyelamatkan lingkungan.
2. APS PPP dan GPTPP merupakan bukti nyata kepedulian rakyat dalam mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih ditandai dengan berduyung-duyungnya masyarakat menghadiri acara penanaman missal oleh kaum perempuan melalui GPTPP dan Aksi Penanaman Serentak dan Pekan Pemeliharaan Pohon.

B. Saran
Kegiatan APS PPP dan GPTPP ini sangat penting untuk dilanjutkan di masa yang akan datang untuk mempercepat penanganan pemanasan global.
































SAMBUTAN KEPALA DINAS PKT WAJO
24 NOVEMBER 2007

Yang terhormat :
1. Ibu Ketua Persit Kartika Chadra Kirana Kab. Wajo
2. Ibu Ketua Bhayangkari Kab. Wajo
3. Ibu Ketua Adhyaksa Darmakarini Kab. Wajo
4. Ibu Ketua Dharmayukti Karini Kab. Wajo
5. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Wajo
6. Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Wajo
7. Para Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo
8. Para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan/Desa/ Kelurahan se Kabupaten Wajo
9. Hadirin sekalian

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Syukur Alhamdulillah, marilah kita persembahkan kehadirat ALLAH Subhana Wa Taala atas berkat rahmat, taufik dan inayah-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini, teriring salam salawat pada junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.
Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati
Pada hari ini ibu-ibu menanam satu pohon di Attakkae dan menerima bibit 2 batang untuk dibawa pulang selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2007 di tanam dipekarangan rumah, kantor dan dilingkungan kita
Bibit ini yang ada di Attakkae, dan yang akan ditanam di rumah, kantor atau lingkungan diharapkan ibu-ibu ketua organisasi wanita mengikuti perkembangan dan dilaporkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Wajo untuk selanjutnya diteruskan kepusat.
Pemerintah Kabupaten pada tanggal 1 Desember 2007 akan memantau kegiatan menanam Ibu-ibu.

Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati
Ibu-ibu dipersilahkan membaca buku panduan GPTPP dan denah lokasi penanaman masing-masing
Cara menanam yang baik adalah terlebih dahulu membuka polybagnya dan bibit bersama tanah dimasukkan kedalam lubang tanam yang telah disiapkan. Setelah itu tanah disekitar pohon dipadatkan dengan menekan memakai lima jari.
Selesai menanam ibu-ibu dipersilahkan mencuci tangan dan langsung ketempat duduknya untuk mencicipi snack yang telah disiapkan.

Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, atas partisipasi semua pihak kami ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamu Alaikum Wr. Wb

KEPALA DINAS PKT WAJO,


Ir. H. DARWIN A. TJUKKE, MP.











SAMBUTAN KETUA TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN WAJO
24 NOVEMBER 2007

Yang terhormat :
1. Ibu Ketua Persit Kartika Chadra Kirana Kab. Wajo
2. Ibu Ketua Bhayangkari Kab. Wajo
3. Ibu Ketua Adhyaksa Darmakarini Kab. Wajo
4. Ibu Ketua Dharmayukti Karini Kab. Wajo
5. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Wajo
6. Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Wajo
7. Para Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo
8. Para Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan/Desa/ Kelurahan se Kabupaten Wajo
9. Hadirin sekalian

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Syukur Alhamdulillah, marilah kita persembahkan kehadirat ALLAH Subhana Wa Taala atas berkat rahmat, taufik dan inayah-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini, teriring salam salawat pada junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.
Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati

Pagi ini kita berkumpul ditempat ini untuk memulai suatu kegiatan mulia, dimana kita kaum perempuan akan bersatu tekad untuk menyelamatkan lingkungan demi anak cucu kita.
Salah satu bentuk tekad tersebut adalah 7 organisasi perempuan, yaitu SKIB, Kowani, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Tim Penggerak PKK, dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan, telah bertekad untuk menanam 10 juta pohon, di seluruh pelosok tanah air.

Ibu-ibu hadirin yang saya muliakan,
Pada tanggal 01 Desember 2007 yang akan datang, Insya Allah Ibu Negara Republik Indonesia, Ibu ANI BAMBANG YUDOYONO mencanangkan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP), dengan penanaman secara serentak bersama-sama dengan Ibu-ibu Kabinet Indonesia Bersatu.

Pada saat itu, perempuan di seluruh pelosok tanah air akan melakukan penanaman secara serentak di rumah, di kantor dan di lingkungan masing-masing.

Ibu-ibu, hadirin yang saya hormati

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi kaum perempuan dalam menanam dan memelihara pohon.

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang kita laksanakan hari ini, merupakan sarana informasi dan langkah awal Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon di Kabupaten Wajo.
Ibu-ibu, hadirin yang saya muliakan
Sebentar kita semua secara bersama menanam pada tempat-tempat yang telah disediakan, masing-masing ibu, satu pohon. Saya berharap, tidak satupun ibu-ibu yang ketinggalan tidak menanam.
Selepas menanam, ibu-ibu diundang kembali ke podium untuk istirahat bersama-sama dan nantinya sebelum acara ini selesai, kepada ibu-ibu akan dibagikan bibit 2 batang untuk ditanam pada tanggal 01 Desember 2007 Jam 09.00 Wita, di rumah, di kantor, dan di lingkungan sekitar masing-masing.
Ibu-ibu, hadirin yang saya muliakan
Sekali lagi saya sangat mengharapkan pada tanggal 01 Desember 2007 Jam 09.00 seluruh kaum perempuan melaksanakan penanaman, sebagai bentuk sumbangsih terhadap Negara dan demi suksesnya Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon. Namun tak lupa saya ingat kan, agar apa yang kita tanam kita memeliharanya dengan baik.
Ibu-ibu, hadirin yang saya muliakan

Mari kita semua sukseskan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon.
Pada kesempatan ini saya serukan
AYO MENANAM
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Ketua TP PKK Kab. Wajo ,

Ny. Hj. ANDI WEDA ASMIDIN

LAPORAN KEPALA DINAS PKT WAJO
PADA AKSI PENANAMAN SERENTAK & PEKAN PEMELIHARAAN POHON

YANG TERHORMAT :
1. BAPAK BUPATI WAJO
2. BAPAK KETUA DPRD KAB. WAJO
3. PARA MUSPIDA SE KABUPATEN WAJO
4. PARA PIMPINAN UNIT KERJA SE KABUPATEN WAJO
5. PARA CAMAT SE KABUPATEN WAJO
6. PARA KEPALA BAGIAN SEKERTARIAT DAERAH WAJO
7. PARA LURAH DAN KEPALA DESA
8. PARA HADIRIN SEKALIAN YANG HADIR DI TEMPAT INI

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

LAPORAN KEPALA DINAS PKT WAJO DALAM RANGKA PENYELENGGARAAN AKSI PENANAMAN SERENTAK INDONESIA DAN PEKAN PEMELIHARAN POHON SERTA GERAKAN PUNCAK PENGHIJAUAN MENYONGSONG PERTEMUAN INTERNASIONAL TENTANG PERUBAHAN IKLIM GLOBAL.

DASAR PLAKSANAAN

1. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : SK.337/MENHUT-II/2007, TANGGAL 25 SEPTEMBER 2007 TENTANG PANDUAN KEGIATAN AKSI PENANAMAN SERENTAK INDONESIA DAN PEKAN PELIHARA POHON, MENYONGSONG PERTEMUAN INTERNASIONAL TENTANG PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

2. KEPUTUSAN BUPATI WAJO NOMOR : 442/KPTS/XI/2007 TANGGAL 27 NOPEMBER 2007 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PELAKSANA PUNCAK AKSI PENANAMAN SERENTAK INDONESIA DAN PEKAN PEMELIHARAAN POHON SERTA GERAKAN PEREMPUAN TANAM DAN PEMELIHARA POHON TINGKAT KABUPATEN WAJO PENYELENGGARAAN
AKSI PENANAMAN SERENTAK INDONESIA DAN PELIHARA POHON SERTA GERAKAN PUNCAK PENGHIJAUAN TERLEBIH DAHULU DIDAHULUI DENGAN KEGIATAN SEBAGAI BERIKUT :
1. PENDISTERIBUSIAN BIBIT KEPADA KELOMPOK TANI, DAN MASYARAKAT
2. PENANAMAN PENGHIJAUAN KOTA SENGKANG 2000 POHON
3. PENANAMAN 300 POHON DI KOMPLEKS ATAKKAE OLEH KAUM PEREMPUAN PADA TANGGAL 24 NOPEMBER 2007 , YANG DIMULAI OLEH IBU KETUA TIM PENGGERAK PKK WAJO DAN DIIKUTI KETUA-KETUA ORGANISASI PEREMPUAN BESERTA ANGGOTANYA YANG BERJUMLAH 300 ORANG .
4. PENYERAHAN BIBIT MANGGA 600 POHON OLEH IBU KETUA TIM PENGGERAK PKK KEPADA 300 ANGGOTA ORGANISASI PEREMPUAN UNTUK DITANAM DIPEKARANGAN RUMAH MASING - MASING PADA TANGGAL 1 DESEMBER 2007 MENGIKUTI HARI PENCANANGAN AKSI GERAKAN PEREMPUAN TANAM DAN PELIHARA POHAN OLEH IBU ANI BAMBANG YODOYONO
5. PADA HARI INI AKAN DITANAM BIBIT SEBANYAK 800 BATANG
6. HARI INI JUGA AKAN DIBAGIKAN BIBIT KEPADA MASYARAKAT SEBANYAK 8400 BATANG YANG TERDIRI DARI 10 JENIS SEPERTI MANGGA, MAHONI, GELODOKAN TIANG, GAMELINA, TANJONG, ANGSANA, KEMIRI, SUKUN DAN SAWO UNTUK DITANAM SETELAH KEMBALI.


PESERTA
PESERTA BERJUMLAH KURANG LEBIH 400 ORANG
PENCANANGAN
HARI INI RABU, 28 NOPEMBER 2007 JAM 9.30 WIB BERTEMPAT DI DESA CIBADAK, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR , PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAPAK SUSILO BAMBANG YUDOYONO MELAKUKAN PENCANANGAN AKS I PENANAMAN SERENTAK INDONESIA DAN PEKAN PEMELIHARAAN POHON DAN MASING-MASING DAERAH MEMULAI PADA WAKTU YANG BERSAMAAN.
TINGKAT PROPINSI PUKUL 10.30 WITA BERTEMPAT DI DESA BISSOLORO KABUPATEN GOWA PENANAMAN PENCANANGAN OLEH GUBERNUR SULAESI SELATAN YANG DIHADIRI MENTERI PERUMAHAN
BEGITU JUGA TINGKAT KABUPATEN PADA JAM YANG SAMA, YAITU PUKUL 10.30 WITA BERTEMPAT DI DESA SOLO KECAMATAN BOLA PENANAMAN PENCANANGAN OLEH BUPATI WAJO BAPAK H.A.ASMIDIN DAN DIHADIRI KETAU DPR, PARA UNSUR MUSPIDA, KETUA PENGADILAN NEGERI SENGAKNG, SEKDA, ASISTEN SETDA, KA BADAN/KA DIS/KEPALA KANTOR, KABAG, CAMAT, KEPALA DESA/LURAH, KNPI, PRAMUKA , LSM, KELOMPOK TANI DAN TOKOH MASYARAKAT.
SELANJUTNYA
DIMOHON KESEDIAAN BAPAK BUPATI MEMBACAKAN SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA SEKALIGUS MEMBERIKAN PERNYATAN PENANAMAN.


AHIRNYA PANITIA MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH ATAS KEHADIRAN BAPAK/IBU/ SAUDARA DAN APABILA ADA YANG TIDAK BERKENAAN MOHON DIMAAFKAN ,
WABILLAHU TAUFIK WALHIDAYAH
WASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU
KEPALA DINAS PKT WAJO,


IR. H.DARWIN A.TJUKKE, MP

13 Agustus, 2007

DANAU TEMPE


MASALAH-MASALAH DANAU TEMPE


1. Bagaimana menangani hulu Danau Tempe termasuk aktifitas manusianya sehinga berhenti memberikan kontribusi kiriman sedimen yang menambah pengdangkalan
2. Bagaimana menangani Danau Tempe sendiri sehingga tidak memberikan dampak lain seperti hasil penimbunan membutuhkan tempat yang luas

3. Bagaimana menangani manusia disekitar Danau Tempe yang menjadi incaran banjir.


SASARAN DARI DANAU TEMPE


1. Catchment Area Danau Tempe di hulu sebanyak 9 kabupaen, yaitu Tator, Engrekang, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Maros, Pangkep, dan Barru.
2. Danau Tempe sendiri seperti pengerukan, Pembuatan kanal dan pembuatan bendungan karet
3. Penduduk yang beraktifitas di hulu dan di sekitar Danau Tempe



GAMBARAN UMUM DANAU TEMPE


A. Adminstrasi Pemerintahan
Menurut administrasi pemerintahan, Danau Tempe mencakup tiga kabupaten dan tujuh kecamatan. Bagian danau terluas, termasuk Kabupaten Wajo yang terdiri dari empat kecamatan yaitu Kecamatan Belawa, Tanasitolo, Tempe dan Sabbangparu. Kabupaten Soppeng terdiri dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Donri-donri dan Kecamatan Marioriawa. Bagian daerah yang tersempit adalah Kabupaten Sidenreng Rappang dengan satu kecamatan yaitu Kecamatan Pancalautan
B. Letak dan Luas
Secara geografis Danau Tempe terletak antara 119053 dan 120004 bujur timur dan antara 4003 dan 4009 lintang selatan. Elevasi permukaan air Danau Tempe bervariasi antara 3 m pada musim kemarau sampai + 10 m pada saat banjir. Luas + 13.000 ha dengan kedalaman maksimum 5,5 m dan dapat mencapai + 30.000 ha saat banjir
C. Sungai
Danau Tempe merupakan tempat bermuaranya 13 sungai yang berasal dari berbagai daerah dan terdapat dua sungai yang besar yaitu Sungai Cenranae dan Sungai Walanae. Dari 13 sungai yang bermuara ke Danau Tempe, Sungai Walanae saja satu-satunya sebagai pembuangan ke laut


D. Pola Pemanfaatan LahanPola pemanfaatan lahan disekitar Danau Tempe terdiri dari sawah, pemukiman, pertanian lahan kering dan penggunaan lainnya. Dari berbagai bentuk pemanfaatan lahan tersebut diatas, sawah merupakan bagian pemanfaatan terbesar. Menurut Pemda Wajo, luas sawah di sekitar Danau Tempe mencapai luasan 159.450 ha. Dari jumlah luas sawah tersebut

Pada Idi" Cappo"....

“AYAT KURSY”


ALLOHU LAA ILLAHA ‘ILLA HUWAL HAY-YUL QOY-YUM – LAATA’ CHUDZUHUU SINATUW WALAA NAUM – LAHUU MAA FIS SAMAAWATI WAMAA FIL ARDH – MAN DZAL-LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI-IDZNIH – YA’ LAMU MAA BAINA AIDIHIIM WAMAA CHOLFAHUM – WALLA YUHIITHUUNA BISYAI-IM MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAASYAA – WASI-A KURSIY-YUHUS SAMAAWAATI WAL ARDH – WALAA YA-UUDUHUU HIFZHUHUUMAA WA HUWAL ALII-YUL ‘AZHIIM.

AL QUR’AN HARI INI KATA “BIDADARI”

BIDADARI

TERDIRI ATAS 6 SURAH, 10 AYAT DAN 18 KATA

37:48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

38:52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

44:54. demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

52:20. mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

55:56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.

55:58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

55:70. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

55:72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.

56:22. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,

56:35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,

Kirim info, kareba n Agi-agi tu mai.....

irsalmahmud@yahoo.com

facebook : irsalmahmud

ditunggu ya..beritanya